Kolaborasi Indonesia dan New Zealand to Safe More Lives

JAKARTA - Kesejahteraan dan keselamatan manusia merupakan ukuran tertinggi dalam penanggulangan bencana. Kepedulian dan perhatian terhadap hal tersebut merupakan kepentingan setiap negara pada bantuan kemanusiaan. Sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Cooperation (MoC) antara BNPB dengan Kementerian Luar Negeri Perdagangan Selandia Baru (MFAT) di bidang penanggulangan bencana yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 yang lalu, pada hari ini (10/3) dilakukan penandatanganan Partnership Arrangement (PA) antara BNPB dan MFAT untuk mendukung Pemerintah RI dalam mengembangkan kerangka logis dari peran, akuntabilitas dan koordinasi pengelolaan tanggap bencana di Indonesia. 

Kolaborasi Indonesia dengan New Zealand ini dilaksanakan berlandaskan prinsip kemitraan dengan itikad baik, akuntabel, kesetaraan berfokus dalam membangun kapasitas serta pengembangan kekuatan organisasi. Pendekatan strategis dan terencana juga menjadi butir dari kesepakatan ini untuk fokus kepada hasil pembangunan efektif dan berkelanjutan. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kedua negara dalam dukungan dan pengembangan Kerangka Kerja Tanggap Bencana Nasional (NDRF). Pengembangan NDRF pada akhirnya nanti akan menjadi acuan kerangka kerja Pemerintah RI yang akan memberikan kejelasan peran dan akuntabilitas, mekanisme tanggap bencana di Indonesia, dimana hal tersebut harus selaras dengan amanat UU 24/2007 dan BNPB sebagai focal point PB Indonesia dapat mengambil langkah-langkah untuk tindak lanjut pelaksanaan NDRF. Peningkatan koordinasi dalam merespon bencana yang melibatkan peran publik dan swasta merupakan lingkup kegiatan yang telah disepakati pada PA ini. 

Dukungan program NDRF ini, pemerintah New Zealand menyiapkan dana sebesar 1.5 jt NZD yang juga melibatkan para ahli manajemen bencana Selandia Baru dan Indonesia hingga Juli 2018.Hasil akhir dari kegiatan ini akan membantu Pemerintah Indonesia dalam merespon kejadian bencana lebih cepat untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Selain program ini, Selandia Baru juga mendukung program pemulihan Mentawai akibat tsunami 2010, letusan Gunungapi Merapi, Sinabung dan Kelud serta banjir bandang di Manado. Pemerintah New Zealand juga telah memberikan bantuan beasiswa kepada personel BNPB. Pada tahun 2017 ini, bantuan New Zealand Scholarship (www.aid.govt.nz/schols) kembali dibuka dengan batas akhir pendaftaran hingga 30 April 2016. Sedangkan bagi Indonesia, NDRF ini dapat menguatkan koordinasi antar stakeholder penanggulangan bencana saat merespon keadaan darurat bencana. Pembelajaran dari penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan tahun lalu, koordinasi perlu ditingkatkan antar lintas pemerintah pusat dan daerah, masyarakat sipil, swasta dan badan-badan internasional dalam rangka merespon penanggulangan bencana lebih cepat dan efektif. 

Hadir dalam penandatanganan ini Kepala BNPB, Willem Rampangilei dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, HE.Trevor Matheson. Partnership Arrangement ini ditandatangani oleh Dody Ruswandi selaku Sekretaris Utama BNPB dan Mehaka Rountree selaku Development Counsellor MFAT yang mewakili MFAT di Graha BNPB, Jalan Pramuka Jakarta.

Related posts