KERUSAKAN LONGSOR DI BANJARNEGARA CAPAI 1,4 MILYAR RUPIAH

Hampir setiap tahun Kab Banjarnegara, Jawa Tengah terjadi longsor. Untuk antisipasi longsor Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, telah menetapkan siaga darurat bencana longsor, banjir dan puting beliung dari 1-12-2013 hingga 28-2-2014. Hujan yang deras, tingginya kerentanan, dan batuan yang labil telah menyebabkan longsor pada 19-24 Desember 2013 di 60 titik di 32 desa di 13 kecamatan. Akibatnya 32 rumah rusak berat, 21 rusak sedang, 56 rusak ringan, 135 rumah terancam dan 46 KK mengungsi. 

Pengungsi tersebar di 5 desa. Satu orang meninggal dunia. Kerusakan infrastruktur di 23 titik meliputi jalan, jembatan, sekolah, dan irigasi. Kerusakan mencapai Rp 1,4 milyar. Upaya yang dilakukan BPBD bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat adalah evakuasi, pendirian posko, pengiriman logistik, pembersihan material longsor. Bupati menetapkan masa tanggap darurat longsor 21-12-2013 hingga 3-1-2014.


 Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, MSi, dalam kunjungan kerja ke lokasi longsor pada Rabu (25-12-2013) menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja Bupati Banjarnegara, BPBD Banjarnegara dan lainnya yang telah berusaha optimal melakukan penanganan bencana longsor. Perda dan pembangunan di Banjarnegara harus menyesuaikan kondisi wilayahnya yang rawan longsor. "Bentuk perdanya agar tempat hunian yang lama tidak dihuni kembali, setelah warganya relokasi. Tetapi jadi kawasan konservasi sehingga tidak timbul korban. Penduduk harus dilibatkan dalam proses pembangunan. Program penghijauan yang dicanangkan Pemda, bukan hanya berorientasi pada hijau daun saja. Tapi tanamannya harus mampu mengikat tanah dan ada nilai ekonominya. Bio enjineering bisa dilakukan masyarakat" pesannya. 


Pada kesempatan itu Kepala BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai Rp 250 juta dan logistik peralatan untuk penanganan darurat di Banjarnegara. 


DR.Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts