Kerjasama Pemanfaatan Gudang TNI untuk Persediaan Logistik Penanggulangan Bencana

JAKARTA - Penandatanganan perjanjian kerjasama Kemhan dan Mabes TNI dengan BNPB tentang pinjam pakai gudang TNI sebagai tempat penyimpanan logistik dan peralatan dalam penanggulangan bencana, di Jakarta (26/11). Penandatanganan perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Dirjen Kuathan Kemhan dan Aslog Panglima TNI dengan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB. Laksamana Muda TNI Agus Purwoto selaku Dirjen Kuathan Kemhan menyampaikan agar TNI dapat mendukung BNPB dapat bergerak cepat menanggulangi bencana dalam penyediaan logistik. "Kita wajib mempunyai SOP yang jelas dalam penyaluran bantuan,agar dapat tepat sasaran" katanya. Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Ir.Bambang Sulistianto,MM mengatakan telah menunggu lama acara penandatanganan Nota kesepahaman ini. Menurutnya cara pandang bencana seperti perang. "Bencana adalah ketidakpastian yang harus kita hadapi bersama-sama. Dengan mempunyai gudang logistik dan peralatan,mempermudah pergerakan bantuan untuk bencana yang harus cepat dan tepat" ucapnya. Nota kesepahaman ini berlaku selama dua tahun, sampai dengan Januari 2016. Kewajiban BNPB dalam perjanjian kerjasama ini adalah menentukan gudang TNI yang akan digunakan dan memutuskan pengelola dari gudang tersebut. Melakukan kegiatan operasional sesuai manajemen pergudangan. Mencatat dan melaporkan pengembalian Buffer Stock, melakukan stock opname bersama-sama,melakukan pemeliharaan gudang dan fasilitasnya. Selain itu, melakukan sosialisasi, supervisi, monitoring dan evaluasi, melakukan penghapusan/pemusnahan buffer stock sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mencatat dan melaporkan kegiatan pergudangan. Pembiayaan dari perjanjian ini ditanggung kedeputian Logistik dan Peralatan melalui DIPA BNPB. (acu).

Related posts