Kerangka Strategis Membangun Peran Dunia Usaha Dalam Kebencanaan

Jakarta, Kepala BNPB memberikan keynote speech dalam simposium internasional yang diselenggarakan oleh Planas dengan mengusung tema the way forward of public-private partnership in disaster risk management  (19/01), di Hotel Borobudur yang dihadiri oleh CEO APAD, Kensuke Onishi, Perwakilan Anggota APAD dari Jepang, Sri Lanka, Filipina, Indonesia dan peserta simposium.

Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa saat ini pihak swasta masih ragu dalam bekerjasama dengan pemerintah dalam pananganan bencana, sehingga sering berjalan sendiri-sendiri. Dan menurut pengamatan kami keterlibatan dunia usaha dalam membantu penanganan bencana masih berada dalam skema jangka pendek atau insidental, oleh sebab itu pemerintah menginginkan dunia usaha terlibat juga pada fase kesiapsiagaan atau dalam langkah pengurangan resiko bencana, sehingga tujuan RPJMN 2015-2019, yaitu dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan yang berisiko tinggi dapat tercapai.

Beliau menambahkan bahwa di setiap perusahaan mempunyai dana CSR  (Corporate social responsibility). Pengelolaan dana CSR masih ada yang perlu diperbaiki, misalnya perusahaan dapat memobilisasi sumberdaya yang tidak hanya berupa uang tunai, perusahaan dapat memikirkan untuk memberikan bantuan yang sesuai dengan produk barang maupun jasa yang dihasilkannya. Secara lebih luas, perusahaan bisa memanfaatkan kompetensi intinya untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
 
Sebagai penutup, apabila CSR benar-benar dijalankan secara efektif maka dapat memperkuat atau meningkatkan akumulasi modal sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal sosial, termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, jaringan dan kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Related posts