Kepala BNPB Resmikan Huntara Pascabencana Tsunami di Lampung Selatan 

RAJABASA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Doni Monardo meresmikan hunian sementara (huntara) bagi para warga terdampak bencana tsunami di Lampung Selatan jelang akhir 2018 lalu. Huntara tersebut diperuntukkan bagi lebih dari 5.000 penyintas yang tersebar di 4 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Doni meletakan batu pertama pembangunan huntara yang nantinya diperuntukkan bagi 5.196 penyintas pada hari ini, Minggu (13/1) di Rajabasa, Lampung Selatan. Di samping peletakan batu, Kepala BNPB juga melakukan penanaman pohon di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. 

Para penyintas yang tersebar di Kecamatan Kalianda 702 jiwa, Rajabasa 4.249, Bakauheni 77 dan Penengahan 168. Rencana huntara lain yang akan dibangun sejumlah 119 unit di lahan bekas Hotel 56. Huntara juga akan memanfaatkan 17 kamar di wisma atlet dan 14 kamar di Gedung PKK. Huntara lain berlokasi di Kunjir yang berjumlah 70 unit, Way Muli sejumlah 97 unit. Bantuan unit-unit huntara tadi berasal dari Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, dan Kodim dengan jumlah bantuan masing-masing sebanyak 20 unit. 

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau (GAK) masih tetap pada status level III (Siaga) dan radius aman di luar 5 km dari puncak kawah. Peneliti gunung api dari Badan Geologi Mamay Surmayadi mengatakan bahwa sejak 10 Januari 2019 hingga tadi pagi (30/1/2019) pukul 06.00 waktu setempat tidak tercatat ada letusan. Sampai awal 8 Desember 2018 kawah yang berair, berdiameter 400 meter dan luas kawah 12 hektar. Berdasarkan  perhitungan citra sampai kemarin, Gunung Anak Krakatau luasnya sekitar 320 hektar.  "Sekarang aktivitas Anak Krakatau ada di kawah tersebut," ucap Mamay. 

Pada saat darurat, BNPB telah memberikan dana siap pakai kepada pemerintah setempat untuk upaya-upaya penanganan darurat. Selain dana, BNPB juga memberikan bantuan logistik 10 unit tenda pengungsi, 1.000 lembar selimut, 1.000 lembar matras, 500 paket family kits, 276 paket makanan siap saji, 732 paket lauk pauk, 348 paket makanan tambahan gizi, 80 lembar kantong mayat, 2.000 perlengkapan sekolah yang telah diserahkan pada saat kunjungan presiden 2 Januari 2019 dan pada saat kunjungan Ketua MPR 3 Januari 2019. (acu).

HUMAS BNPB

Related posts