Kepala BNPB: Mitigasi Bencana Harus Terus di Sosialisasikan

Lombok- Senyum dan semangat anak-anak terlihat saat menyanyikan  lagu "Awas Ada Gempa" dalam lagu tersebut disertai dengan  gerakan tangan di kepala dan gerak cepat menuju tempat evakuasi, disela sosialisasi mitigasi bencana dan penyerahan bantuan sembako di desa Kekait, kabupaten Lombok Barat pada Jumat  (18/01/2019) Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengemukakan, "Bencana yang terjadi di Lombok adalah murni gejala alam.

Kita yang tinggal di daerah rawan bencana hendaknya selalu siap dalam menghadapi bencana. Dukungan semua pihak dalam hal ini tokoh masyarakat, kaum ulama, pihak terkait penanggulangan bencana, pengusaha, dan masyarakat harus ikut turut serta dalam mitigasi bencana.

Dengan memahami mitigasi bencana, jumlah korban maupun wilayah terdampak dampak diminimalisir kerugian dan korban jiwanya. Mengingat wilayah Indonesia merupakan rawan bencana penerapan pembelajaran bencana sudah harus dimulai sejak dini, "ucap Doni.

Kunjungan kerja kepala BNPB dilanjutkan ke area pengempel Indah desa Bertais, kec Sandubaya, kota Mataram. Doni sempat bertemu dengan masyarakat yang membangun rumah dengan sistem Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat). Doni bertanya, "Bagaimana tinggal di rumah Risha?

Bu Anisa salah satu warga menjawab, "Terimakasih atas perhatian pemerintah dalam pembangunan rumah Risha. Saat terjadi gempa saya dengar suara gemuruh, dan orang-orang semua berlari. Namun sejak saya tinggal di rumah Risha getaran gempa tidak begitu terasa" ujar Anisa.

Berdasarkan data Kogasgabpad akibat gempa Lombok yang terjadi pada 29 Juli 2018 menyebabkan korban meninggal sebanyak 560 orang, luka berat 709 orang, luka ringan 345 orang sedangkan jumlah pengungsi mencapai 390.529 orang. Kerusakan rumah rusak berat 76.765 unit, rumah rusak sedang 2.584 unit dan rusak ringan 35.594.(Ady)

Humas BNPB

Related posts