Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Karhutla

PALEMBANG- Kepala BNPB Willem Rampangilei mengunjungi lokasi kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di desa Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel pada (7/10/2015). Dalam kunjungan tersebut kepala BNPB meninjau lokasi lahan yang terbakar di areal konsesi PT. Bumi Andalas Permai (BAP) seluas 6000 hektar. Willem mengatakan, "saat ini OKI menjadi fokus utama pemadaman". OKI merupakan kabupaten penyumbang titik panas paling banyak diantara 17 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan. Setelah Ogan Komering Ilir, ada Musi Banyuasin sebagai wilayah penyumbang kabut asap dengan jumlah 28 titik. Daerah lainnya, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 21 titik, Musi Rawas Utara (Muratara) terdeteksi 13 titik, dan Kabupaten Banyuasin ada 12 titik panas.‎Di Ogan Komering Ilir pemadaman agak sukar karena lahan gambut di sana terlalu dalam‎. Di gambut, proses pemadamannya pasti hasilkan asap. Kalau air tidak cukup, dia malah banyak timbulkan asap

Oleh karena itu, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel fokus pemadaman di 5 daerah tersebut.Untuk mengatasi hal ini, BNPB telah mengerahkan helikopter untuk water bombing, serta pesawat Casa untuk hujan buatan. Selain itu, 1.594 personel TNI-Polri dari Jakarta dikirim untuk memperkuat satgas darat di Sumsel. Dengan demikian, ada total 3.694 personel gabungan yang memadamkan api di darat."Selain itu untuk meminimalisir rembetan api pada lahan yang belum terbakar, selanjutnya akan menyirami lahan tersebut dengan cairan kimia agar tidak mudah terbakar", ujar Willem. 

Sementara itu Manager PT. BAP, Efendi mengatakan, perusahaan telah melakukan berbagai upaya dalam pemadaman Karhutla seperti membuat sekat-sekat antara satu lahan dengan yang lain dan mengimbau masyarakat dan perusahaan perkebunan lainnya agar tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan dari rumput dan pepohonan. (adi)

Related posts