KEMITRAAN BNPB DAN AKADEMISI DALAM PENYUSUNAN RENAS PB 2015-2019

Prioritas kegiatan yang sedang dipersiapkan oleh BNPB bersama Bappenas adalah penyusunan dokumen Rencana Nasional Penanggulangan Bencana untuk periiode 2015-2019. Berbagai upaya pendekatan yang dilakukan baik pendekatan teknokratis, partisipatif, dan politis. Pada tanggal 12-13 Desember 2013, BNPB menyelenggarakan Lokakarya untuk mendiskusikan hasil Kajian Akademis yang dilakukan oleh 12 Perguruan Tinggi yang telah sepakat bekerjasama dalam upaya Penanggulangan Bencana, khususnya untuk pra bencana.

Kegiatan ini merupakan upaya pendekatan teknokratis dimana lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian akhir kegiatan kajian akademis untuk menyusun 12 masterplan bencana di Indonesia. Kegiatan ini pada dasarnya sudah berjalan dari awal tahun 2013 dengan melibatkan para akademisi dibawah koordinasi 12 Perguruan Tinggi sesuai dengan cluster bencana yang ada.

Lokakarya ini juga menghadirkan perwakilan Kementerian/Lembaga terkait dengan bencana spesifik (BMKG, Badan Geologi, Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Ristek, LAPAN, Kementerian KP, dan BPPT) untuk menjadi pembahas dan memberikan masukan atas naskah kajian akademis bencana yang telah disusun.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa hasil kajian dari para akademisi ini sangat diharapkan untuk dapat dijadikan bahan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga agar dapat difinalkan pada bulan Februari mendatang. Sehingga pada pertengahan tahun 2014, Indonesia sudah memiliki Masterplan untuk 12 jenis bencana di Indonesia dan akan menjadi dokumen yang melengkapi dokumen Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019.

Related posts