Kelompok Kerja KIM ASEAN Bahas Masukan Awal Pengetahuan dan Inovasi

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai tuan rumah pertemuan pertama Kelompok Kerja Manajemen Pengetahuan dan Inovasi atau Knowledge and Innovation Management (KIM) dalam konteks penanggulangan bencana pada Senin (25/7) di Jakarta. Pada pertemuan pertama ini, BNPB sebagai focal point penanggulangan bencana di Indonesia memaparkan sebagai usulan yang dapat dimanfaatkan bersama di kawasan ASEAN. Usulan yang disampaikan oleh BNPB antara lain mengenai Data dan Informasi Bencana Indonesia, Indonesia All Hazards Warning, Analysis and Risk Evaluation (InAWARE), sistem standarisasi dan sertifikasi penanggulangan bencana, pelatihan, dan asosiasi ahli bencana di kawasan ASEAN. KIM dilatarbelakangi pengalaman dan praktek terbaik negara-negara ASEAN pada konteks pencegahan, mitigasi, pemulihan maupun tanggap darurat yang dapat direplikasi pada negara lain di kawasan ataupun internasional. Pada sambutan pembukaan, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB sekaligus sebagai co-chair Kelompok Kerja KIM menyampaikan bahwa KIM adalah bagian dari rencana kerja ACDM, khususnya pada Program Perioritas 8 (LEAD) di bawah kerangka kerja ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER). “Pertemuan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan kerjasama yang potensial di antara kita serta melihat kembali kegiatan-kegiatan selanjutnya untuk mendukung implementasi Program Prioritas 8 (LEAD) di bawah Kerangka Kerja AADMER 2016 – 2020,” tambah Sutopo. Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi yang membuka secara resmi pertemuan yang dihadiri oleh Lao PDR, Singapura, Vietnam, Sekretariat ASEAN, AHA Centre, dan Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa KIM diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya lintas sektor dan berbagai mitra di antara negara-negara ASEAN. “Melalui KIM, kita dapat mendapatkan pembelajaran dan praktek terbaik dari negara-negara anggota ASEAN baik pada pra, saat dan pascabencana,” kata Dody. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan negara-negara ASEAN pada pertemuan ke-28 ASEAN Committe on Disaster Management (ACDM) di Semarang pada bulan April 2016 lalu. Pertemuan yang berlangsung dua hari dihadiri oleh Delegasi Lao PDR, Singapura, Vietnam, Sekretariat ASEAN, AHA Centre dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Related posts