Kegiatan Penyempurnaan SOP Peringatan Dini Tsunami dan Persiapan IOWave Kota Padang

KOTA PADANG - Kota Padang akan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Indian Ocean Wave Exercise (IOWave) 2016 pada tanggal 7 September 2016. IOWAve merupakan latihan rutin dua tahunan ICG/IOTWS (sistem Peringatan dini dan mitigasi tsunami untuk negara-negara di sepanjang tepian Samudera Hindia) yang tahun ini diikuti oleh 28 negara, termasuk Indonesia. Selain Kota Padang, BNPB dan BMKG juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan IOWave di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Pandeglang. Untuk Kota Padang sendiri, persiapan penyelenggaraan IOWave diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan penyempurnaan SOP peringatan dini tsunami yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung bekerjasama dengan USAID yang difasilitasi oleh BNPB. Dalam kegiatan yang dibuka oleh Walikota Padang tersebut, Direktur Kesiapsiagaan BNPB menyampaikan tentang pentingnya menanamkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana merespon peringatan dini tsunami. “Selain memperkuat rantai peringatan dini, hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana agar peringatan tersebut dapat direspon oleh masyarakat.” Secara umum, tujuan dari penyelenggaraan IOWave adalah untuk menguji sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), menguji pemahaman dan respons, menguji rantai peringatan dini, dan menguji komunikasi daerah. Sehingga kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi Pusdalops PB Kota Padang untuk berlatih dalam menerima dan meneruskan peringatan dini tsunami yang diterima dari BMKG. Di samping itu, Kota Padang juga akan mengerahkan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam geladi evakuasi pada hari yang sama. Dalam kesempatan yang sama, peneliti ITB Harkunti Dwi Rahayu, Ph.D. juga memaparkan tentang temuan-temuan lapangan yang dilakukan oleh timnya sehubungan dengan penyempurnaan SOP peringatan dini tsunami di Kota Padang. Penyempurnaan SOP ini merupakan bagian dari review dan perbaikan terhadap Peraturan Walikota (Perwako) Padang Nomor 14 Tahun 2010 tentang Sistem Peringatan Dini Tsunami Kota Padang. Di samping itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang juga menambahkan agar Pusdalops yang ada di kabupaten/kota sepanjang pesisir barat Sumatera Barat untuk tidak ragu dalam melakukan respon setiap tahapan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG.
Selain sesi paparan, kegiatan penyempurnaan SOP dan persiapan IOWave ini juga diadakan secara focus group discussion (FGD) dan mini-TTX. Dalam sesi FGD, para peserta dibagi menjadi 4 (empat) kelompok berdasarkan asal dan peran instansi mereka dalam rantai peringatan dini tsunami. Suasana FGD dipenuhi dengan antusiasme peserta dalam memberikan gagasan dan masukan, bahkan diwarnai dengan perdebatan yang sangat konstruktif. Setelah saling bertukar pikiran di dalam masing-masing kelompok, perwakilan kelompok diberi kesempatan untuk presentasi hasil diskusi mereka di depan kelompok lain. Pada akhir sesi, fasilitator memberikan komentar dan mengkompilasi hasil diskusi tersebut sebagai bahan bagi penyempurnaan SOP. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 1-2 September 2016 di Hotel Grand Zuri Padang ini dihadiri pula oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang beserta jajaran staf, BPBD Kabupaten Pasaman, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, PMI Kota Padang, Mercy Corps, Radio Classy FM, TVRI, Lantamal Kota Padang, Lanud Kota Padang, Basarnas Kota Padang, Polresta Padang, Koramil dan Kodim 0312, beberapa organisasi masyarakat dan LSM, serta SKPD terkait lainnya di Kota Padang. (Direktorat Kesiapsiagaan BNPB)

Related posts