Inovasi dalam Pengelolaan Data Ketersediaan Logistik

BEKASI – Kedeputian bidang Logistik dan Peralatan BNPB melakukan inovasi baru dengan melakukan ujicoba aplikasi INALOG PB 2019 dalam efektivitas pengelolaan data ketersediaan logistik di Indonesia. Inovasi dalam pengelolaan logistik ini diharapkan menjadikan tata kelola yang baik di daerah maupun nasional. “Aplikasi ini diharapkan kedepannya dapat membantu pengambil keputusan untuk menentukan kebijakan” harap Prasinta Dewi selaku Deputi bidang Logistik dan Peralatan BNPB (5/11).

Tantangan kedepannya adalah selalu melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Berinovasi dan kolaborasi, berinovasi dalam proses, serta berinovasi dalam pelayanan publik ke masyarakat, BPBD dan terbuka dalam menerima perubahan.  Selain itu, pentingnya teknologi  yang mendukung sistem logistik penanggulangan bencana akan meningkatkan efektifitas pemberian bantuan logistik dari pusat ke daerah dan masyarakat.  

Teknologi informatika menjadi sangat penting dan sangat diperlukan saat melakukan perencanaan sampai dengan penghapusan untuk melakukan efisiensi waktu menjadi lebih cepat.  BNPB saat ini sudah melakukan kerjasama dengan Bukalapak, Garuda, dan dunia usaha untuk melakukan percepatan pengiriman logistik. Kerjasama dengan Pentahelix (pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi dan media) akan lebih banyak peluang melakukan terobosan-terobosan. “Dengan menggunakan teknologi, kegiatan logisitik menjadi efisien dalam segi waktu dan anggaran”, ucap Nadhirah Seha Nur, Kepala Subdit Inventarisasi Kebutuhan dan Pengadaan BNPB. 

Rudi Phadmanto selaku tenaga ahli BNPB menjelaskan proses siklus logistik dalam penanggulangan bencana dalam beberapa tahap, yaitu perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan/pergudangan, distribusi,  dan penghapusan.  “Model barcoding dan aplikasi Inalog PB, merupakan salah satu teknologi yang dapat kita lakukan dalam manajemen pergudangan” ucapnya. 

Tantangan ke depan yang akan dihadapi, antara lain adalah :

1. Lingkungannya berubah, dituntut memberikan layanan dengan cara lebih baik, kualitas lebih baik, dan lebih cepat. Artinya dituntut melaksanakan tugas dan fungsi dengan lebih efisien dengan dukungan teknologi informatika. 

2. Jarak/gap antara kebutuhan infra struktur dan persepsi pengelola masih lebar. 

3. Investasi pengembangan infrastruktur masih kecil dan pendelegasian wewenang inovasi belum optimal. 

4. Penyelenggaraan negara wajib mengelola sistem informasi diatur UU No. 25 tahun 2009

5. Pasal 23 ayat 4. Serta PermenPanRB 13 tahun 2017, pasal 3 pimpinan penyelenggara negara wajib memastikan penyediaan informasi pelayanan publik.

Dampak positif penggunaan IT adalah pelayanan menjadi lebih baik kepada masyarakat, peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat umum,  pemberdayaan masyarakat melalui informasi mudah diperoleh, dengan adanya informasi yang mencukupi masyarakat akan belajar untuk menentukan pilihannya sendiri, hilangnya birokrasi yang panjang. Adanya e-government sekarang ini akan berimbas pada sumber daya manusia di setiap pelayanan publik. 

Plt. Direktur Logistik juga menyampaikan agar BPBD tetap mencoba dan memakai aplikasi ini terus. “Sehingga tahu apa kekurangan dari aplikasi ini dan dapat kita kembangkan untuk kepentingan bersama, antara BNPB dan BPBD, ” ucap Sri Widiastuti.

Sekilas tentang INALOG PB

INALOG PB adalah aplikasi Web-Based yang hanya membutuhkan Browser (mesin pencarian) dan koneksi internet. Dalam hal ini unit Logistik BNPB menggunakan browser Google Chrome yang mempunyai kelebihan proses loading lebih cepat, karena membutuhkan resources yang rendah.

Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk pergudangan logistik yang mempunyai fitur barang masuk, barang keluar, proses pengiriman barang, dan pelaporan data gudang. Hal yang berbeda ada pada menu cetak BAST dan terlihat lokasi sebaran penyediaan barang di Provinsi, kabupaten / Kota.

Kelebihan utama aplikasi ini dapat digunakan secara online dan offline. Pada saat input data secara online, pengguna dapat mengisi manual dengan kolom-kolom yang sudah disediakan kemudian klik save, maka data akan otomatis tersimpan jika internet dalam keadaan stabil. Sedangkan via Offline, pengguna harus mendownload Excell yang sudah disetting atau dibuatkan tabel-tabelnya, kemudian diisi secara manual hingga data sudah terinput semua. Jika sudah selesai bisa di attach file kembali ke aplikasi INALOG PB, maka sistem akan otomatis mengolah data tersebut dan dapat dijadikan database.

Kegiatan yang melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia, dilaksanakan di Bekasi 5-7 November 2019. BPBD yang ikut serta antara lain adalah BPBD Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Cirebon, BPBD Kabupaten Subang, BPBD Kabupaten Karawang, BPBD Kabupaten Majalengka, BPBD Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kota Sukabumi, BPBD Kota Bogor, BPBD Kabupaten Cianjur, BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kota Cimahi, BPBD Kabupaten Pangandaran, BPBD Kabupaten Indramayu, BPBD Kabupaten Bogor, BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Garut, BPBD Kabupaten Sumedang, BPBD Kota Banjar, BPBD Kota Bekasi, BPBD Kota Cirebon, BPBD Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Cilacap

Humas BNPB

Related posts