INDONESIA BERPARTISIPASI PADA KEGIATAN ADMM-PLUS HADR/MM DI BRUNEI DARUSSALAM

Badai Tropis  "Simpur" dilaporkan terjadi di 100 km Timur Laut Brunei Darussalam menuju Barat Daya-Barat, bergerak dengan kecepatan 110km/jam. Kecepatan angin dilaporkan terus menguat hingga 135km/jam. Akibatnya, Brunei babak belur dan kehidupan terhenti oleh hujan deras yang terjadi selama satu minggu penuhBadai ini merupakan yang terburuk yang terjadi di Temburong, curah hujannya mencapai 50mm/jam. Badai ini telah menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di seluruh negeri. Sebagian besar wilayah yang terkena adalah desa-desa terpencil dan daerah-daerah yang terletak di dekat sungai utama.

Emergency Response Assistance Team (ERAT) setempat  melakukan survei ke daerah bencana. Akibat topan "Simpur" yang melanda sebagian besar wilayah ini, sejumlah besar korban meninggal dan hilang dilaporkan, jalur komunikasi terganggu, sejumlah ruas jalan masih tergenang, dan sejumlah jembatan runtuh. Selain itu, pemerintahan turut goyah, kekurangan pangan terjadi di sejumlah wilayah, dan krisis air bersih di daerah yang terdampak. Banyak daerah terisolir karena kehilangan komunikasi, sejumlah besar hewan ternak mati, wabah penyakit mulai menyebar, infrastruktur juga banyak mengalami kerusakan akibat angin kencang dan tanah longsor.


ERAT setempat tidak sanggup mengatasi bencana dengan skala sebesar itu. Brunei Darussalam Nasional Disaster Management Centre (NDMC) telah meminta dukungan dari negara tetangga dan Organisasi Internasional melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).


Demikianlah skenario yang disajikan pada kegiatan Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana pada acara ASEAN Defence Ministry Meeting- Plus, Humanitarian Assistance Disaster Relief/ Military Medicine Exercise (ADMM-Plus HADR/MM) yang dilaksanakan mulai tanggal 17 hingga 20 Juni 2013 di Brunei Darussalam. Rangkaian acara ADMM-Plus HADR/MM sendiri diawali dengan pra exercise tanggal 10 hingga 16 Juni 2013 berlokasi di Multy National Coodination Centre (MNCC) di Muara Naval Base dan di Lokasi Exercise Temburong (medic Kp. Selangan dan SAR di KP Biang).

Negara yang berpartisipasi pada acara ini sebanyak 18 negara terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos, Kamboja, Philipine, USA, Australia, New Zeland, Jepang, India, Korea, Rusia , China dan Brunei Darussalam sendiri sebagai tuan rumah.

   

Delegasi Indonesia mengirimkan Tim SAR Air dan Medis untuk Latihan Gabungan serta menampilkan Tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB) yang merupakan gambaran dari upaya penanggulangan bencana di Indonesia yang merupakan kerjasama sipil dan militer. Tim Latihan Gabungan Indonesia berjumlah 8 orang, terdiri dari SAR Air, SRC PB Wilayah Timur, dan tim medis serta 5 orang dari BNPB sebagai LO SAR dan observer.

 

Acara secara resmi  dibuka oleh Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam, Yang Mulia Dato Paduka Seri Mejar Jeneral Haji Aminuddin Ihsan Bin Pehin Orang Kaya Saiful Mulok Dato Seri Paduka Haji Abidin pada hari Senin tanggal 17 Juni 2013 di Multy National Coordination Centre (MNCC) Muara Naval Base dan dilanjutkan dengan latihan bersama Field Training Exercise (FTX) di lapangan sampai tanggal 20 Juni 2013

Kunjungan peninjauan VVIP  ke lokasi NNCC, Rumah sakit lapangan di Muara Naval Base dan lokasi lapangan di Temburong dijadwalkan dalam dua rombongan, yaitu pada 19 Juni 2013 adalah rombongan pertama termasuk ASTER Panglima TNI dan Dirkes Kemhan, dan rombongan kedua pada 20 Juni 2013 adalah Rombongan kedua termasuk Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah. Selanjutnya, untuk agenda After Action Review akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2013 sekaligus dilakukan Penutupan.

 

Related posts