In House Training Tingkat Pengambil Keputusan Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005-2015

Sentul (05/06) Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan DR. Syamsul Maarif, M.Si dalam arahannya membuat pengurangan risiko bencana menjadi prioritas, meningkatkan informasi risiko dan peringatan dini, membangun budaya aman dan tahan (resilien), mengurangi risiko pada sektor-sektor utama, memperkuat kesiapsiagaan akan respon dijadikan sebagai indikator untuk menilai kemajuan dalam mengimplementasikan Kerangka Kerja Hyogo untuk prioritas Aksi 1-5. Kerangka kerja aksi hyogo (HFA) 10 tahun diadopsi oleh 168 negara termasuk indonesia, adapun tujuan mengurangi kerugian akibat bencana terhadap masyarakat dan negara secara substantif seperti kehilangan nyawa dan pederiataan manusia, kerusakan terhadap mata pencarian dan pelayanan sosial yang penting, kerusakan terhadap sarana dan infrastruktur, kemunduran terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kerusakan terhadap lingkungan. Dalam In House Training ini dilakukan untuk menambah dan meningkatkan pemahaman dan mengimplementasikan kerangka kerja aksi Hyogo 2005-2015 kedalam program kerja khusus bagi pegawai BNPB (eselon 1 dan 2), Tempat dilakukan di gedung INA DRTG sentul yang diselenggarakan oleh Pusdiklat PB BNPB. Narasumber berasal dari Deputi Menteri Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian PDT, Senior Disaster Management Specialist World Bank dan UNDP.

Related posts