Hujan Lebat Timbulkan Genangan di Sekitar Jakarta

JAKARTA - Hujan lebat yang disertai angin kencang telah menyebabkan genangan dan pohon tumbang di sekitar wilayah Jakarta sejak Minggu (14/2) pukul 13.30 Wib. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD DKI Jakarta hingga pukul 16.00 Wib genangan dan pohon tumbang sebagai berikut:

JAKARTA TIMUR : (11 Titik Genangan)
 1. Jl.Cilitan besar, Jakarta Timur  genangan : -/+ 45 cm
 2. Jl.DI Panjaitan, Depan Cawang Kencana, Cilitan : -/+ 20 cm
 3. Jl.Perindustrian, Kebon Pala, Kel.Makasar, Jakarta Timur : -/+ 20 cm
 4. Jl.Condet Raya, seberang PGC  ; -/+ 30 – 50 cm 
 5. Jl.DI Panjaitan arah Kalimalang, Jakarta Timur ; -/+ 20 cm
 6. Jl.Dewi sartika, Jakarta Timur ; -/+ 10 – 20 cm
 7. Jl.DI Panjaitan, depan Apartemen Patria ; -/+ 20 – 30 cm
 8. Jl.DI Panjaitan, depan Kebon Nanas ; -/+ 29- 30 cm
 9. Kolong Fly Over Jl.Dewi Sartika arah Cilitan ; -/+ 25 cm
10. Depan Wika, cawang, Jakarta Timur ; -/+ 30 cm
11. RT.13/RW.05, Depan Masjid Al hawi, Condet ; -/+ 30 cm

JAKARTA SELATAN : (6 Titik Genangan)
 1. Pasar Jagal, Warung Bucit, Mampang, Jakarta Selatan : -/+ 30 cm
 2. Kalibata, RW.08/RT.07; -/+ 20 cm
 3. Kavling Hankam Joglo, Kembangan RT.02/RW.08, Jakarta Barat ; -/+ 30 cm
 4. Kelurahan Bangka, Mampang, RT.12, RW.03, Jakarta Selatan ; -/+ 30 – 60 cm
 5. Jl. Kemang Utara XI, Kemang, Jakarta Selatan ; -/+ 50 cm
 6. Pertigaan, Jl. Bango Raya arah Cilandak, Pondok Labu ; -/+ 20 – 30 cm

DATA POHON TUMBANG : (10 Pohon Tumbang) Minggu, 14 Februari 2016

JAKARTA TIMUR :
 1. Pukul 14.38 WIB : di Pintu keluar Tol Cawang, UKI Arah Bogor, Jakarta Timur 
 2. Pukul 14.47 WIB : di Jl. Pangkalan Jati, Jakarta Timur, menimpa mobil Honda Jazz 
 3. Pukul 14.28 WIB : di Jl. Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Pangkalan Jati, Jakarta Timur
 4. Pukul 14.58 WIB : di Jl. Kayu Putih, Jakarta Timur
 5. Pukul 14.47 WIB : di Jl. I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur
 6. Pukul 14.59 WIB : di Jl.Raya Bogor, depan Pusdikes, arah Pasar Rebo, Kramatjati
 7. Pukul 14.57 WIB : di Exit Tol, depan Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur
 8. Pukul 15.38 WIB : di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur
 9. Pukul 15.48 WIB : di Jl. Perumnas Raya, Malaka Jaya RT.008/RW.012, Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur
10. Pukul 15.42 WIB : di Jl. Buaran arah Stasiun Cakung, Jakarta Timur

ATAP GARDU TOL AMBRUK : 
1. Minggu, 14 Februari 2016, pukul 15.44 Wib : atap gerbang Tol Cikunir 2 (Tol bekasi arah Pondok Indah) ambruk.

Penyebab dan Kronologis : 
Akibat hujan deras dan angin kencang, tiba-tiba atap gardu tol ambruk. Akibat ambruknya gerbang tol tersebut, pihak PT. Jasa Marga mengalihkannya dari Pintu Tol Bekasi Barat ke Kampung Rambutan ke Pintu Tol Halim. Akibat pengalihan dan dampak ambruknya gerbang tol mengakibatkan kondisi lalulintas macet.

Meskipun hujan lebat, namun kondisi tinggi muka air sungai-sungai di Jakarta masih aman. Semua Siaga 4 atau normal kecuali Sungai Karet yang naik Siaga 3. Data tinggi muka air dan status sungai dari pantauan Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada Minggu (14/2) pukul 18.00 Wib adalah sebagai berikut:
  • Katulampa 30 cm (siaga 4);
  • Depok 160 cm (siaga 4);
  • Manggarai 740 cm (siaga 4);
  • Karet 500 cm (siaga 3);
  • Krukut Hulu 100 cm (siaga 4);
  • Pesanggrahan 75 cm (siaga 4);
  • Angke Hulu 60 cm (siaga 4);
  • Cipinang Hulu 90 cm (siaga 4);
  • Sunter Hulu 50 cm (siaga 4);
  • Pulo Gadung 460 cm  (siaga 4);
  • Waduk Pluit -200 cm;
  • Pasar Ikan 150 cm (Siaga 4);

Dengan demikian wilayah Jakarta masih aman dari banjir. Genangan-genangan yang timbul disebabkan oleh drainase perkotaan yang tidak mampu menampung limpasan permukaan sehingga menggenangi jalan. Kapasitas drainase lebih kecil daripada aliran permukaan dari hujan.

Namun demikian masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Sebab berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya indikasi potensi kejadian hujan lebat dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Jabodetabek. Hujan lebat diperkirakan akan terjadi mulai Senin sore hari dan akan semakin lebat pada Selasa dini hari hingga pagi (16/2). Demikian pada hari berikutnya 17 Februari 2016 potensi hujan masih cukup tinggi dengan pola yang hampir sama.

Pertumbuhan awan hujan di Indonesia diperkiran akan meningkat seiring dengan indek fenomena seruak dingin (cold surge index) dan fase basah Madden Julian Oscilatiion (MJO) masing-masing kembali berkolaborasi dan diperkirakan akan kembali menimbulkan potensi kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah. Keadaan tersebut diiringi dengan fenomena cuaca regional yang menandakan adanya daerah belokan dan pertemuan angin yang sering menjadi pemicu potensi terjadinya hujan lebat.

BMKG terus memonitor kondisi atmosfer dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. BNPB dan BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah antisipasi. Sebab kondisi ini sesuai dengan rencana kontinjensi menghadapi banjir Jakarta, dimana dalam skenario sesuai prakiraan hujan, banjir dapat berpotensi tinggi pada minggu ke tiga hingga ke empat Februari 2016. BNPB telah menyiapkan Tim Reaksi Cepat beserta peralatan dan logistik yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi kapan pun.

Berbagai upaya mitigasi banjir, baik struktural dan non struktural, yang telah dilakukan oleh Kementerian PU Pera, Pemda DKI Jakarta dan lainnya tentu akan memberikan pengaruh yang signifikan bahwa banjir relatif berkurang dibandingkan sebelumnya. 

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts