Hotspot Masih Kepung Kalteng dan Sumsel

Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap masih banyak. Hotspot atau titik panas Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih sulit padam karena pembakaran masih terus berlangsung.Berdasarkan pantauan satelit Modis pada Kamis (2/10), pada pukul 15.45 WIB, hotspot Kalimantan terpantau di Kalteng 649 titik, Kalbar 128, Kalsel 202, dan Kaltim 101. Sementara itu, hotspot Sumatera pukul 07.00 WIB terpantau di Sumsel 127 titik, Riau 15, dan Lampung 10. 

Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun. Konsentrasi partikulat PM10 pada pukul 08.00 WIB terhitung di Palembang 543, Banjarmasin 157, dan Pontinak 169. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara sudah tidak sehat, bahkan di Palembang sudah sangat tidak sehat.

Di Kalteng, 649 hotspot tersebar di Kotawaringin Barat 14 titik, Kotawaringin Timur 110, Kapuas 124, Barito Selatan 25, Sukamara 34, Lamandau 14, Seruyan 48, Katingan 79, Pulang Pisau 134, Gunung Mas 9, Murung Raya 23, dan Palangka Raya 35. Di Kalsel hotspot ada di Tanah Laut 17, Kota Baru 24, Banjar 24, Barito Kuala 51, Tapin 40, Hulu Sungai Selatan 16, Hulu Sungai Tengah 5, Hulu Sungai Utara 3, Tabalong 2, dan Tanah Bumbu 20.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni dan berbagai unsur lain terus melakukan upaya pemadaman hotspot karhutla. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan para Deputi BNPB untuk mendampingi BPBD melakukan pemadaman titik api. BNPB telah mengerahkan 2.200 personil TNI, dan 1.050 personil Polri untuk membantu BPBD, Manggala Agni, dan lainnya dalam pemadaman di darat. Satgas udara, BNPB bersama BPBD saat ini masih melakukan water bombing dan modifikasi cuaca di Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng. 

Penegakan hukum terhadap oknum pembakar hutan dan lahan harus terus ditingkatkan oleh aparat. Wakil Presiden telah meminta Kapolri, Kejaksaan Agung, TNI dan PPNS meningkatkan upaya penegakan hukum. Selama tahun 2014, dari 186 kasus terkait karhutla ada 296 orang tersangka.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts