BNPB Dorong Pengelolaan Logistik Akuntabel di Tingkat Daerah

Tweet

BANDAR LAMPUNG – Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rudi Phadmanto menyampaikan bahwa akuntabilitas pengelolaan logistik sangat penting khususnya pada masa tanggap darurat. Akuntabilitas tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggara penanggulangan bencana terhadap publik dan negara.

“Saat bencana, terkadang BPBD tidak mengorganisir logistik,” kata Rudi dalam pembukaan acara Pemantapan Manajemen Gudang Logistik Regional 2017 pada Selasa (14/3) di Bandar Lampung, Lampung.

Hal tersebut menjadi latar belakang BNPB menyelenggarakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam administrasi dan pengelolaan logistik. Rudi mencontohkan kondisi pengelolaan logistik saat semua personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima terkena banjir bandang pada 2016 lalu.

Rudi mengharapkan ilmu pengelolaan logistik dapat ditularkan ke orang-orang terdekat, seperti personel di tingkat kecamatan atau desa.

Di sisi lain, Rudi menambahkan bahwa kebijakan pemimpin BNPB terkait logistik dan peralatan bersifat membantu penguatan kapasitas. “Kami membantu penguatan kapasitas, distribusi, pengadaan logistic ke masing-masing wilayah melalui provinsi,” kata Rudi dihadapan 50 peserta  BPBD provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Provinsi Lampung.

Terkait dengan dukungan logistik pada saat tanggap darurat, Rudi menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha melalui corporate social responsibility (CSR).

“Komunikasikan dengan dunia usaha. Mereka akan terbuka untuk membantu, khususnya kemanusiaan.”

Rudi mencontohkan BNPB yang bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Nasional Pengiriman dan Pengantaran Barang Indonesia atau Asperindo, sebuah asosiasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi pengiriman barang dan dokumen. “Mereka akan memberikan fasilitas pengiriman secara gratis pada saat dan lokasi-lokasi tertentu. Atau mereka akan memberikan tarif harga khusus untuk pengiriman bantuan kemanusiaan,” ungkap Rudi dalam workshop yang berlangsung pada 14 – 16 Maret 2017 ini.