NOTA KESEPAHAMAN BNPB DENGAN 12 PERGURUAN TINGGI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Tweet

Sebagai upaya mempersiapkan dokumen Renas PB periode berikutnya (2015-2019), BNPB akan memfokuskan pada 12 ancaman bencana yang sering terjadi di Indonesia. Langkah-langkah persiapan dalam melakukan tersebut dibahas dalam “Workshop Nasional Riset dalam Penanggulangan Bencana” dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) dan Pusat Studi Bencana (PSB),yang diselenggarakan di Menara Peninsulla,Jakarta (28/2). 

Keduabelas Perguruan Tinggi yang melakukan nota kesepahaman kerjasama dengan BNPB antara lain adalah UNSYIAH (tsunami), UNAND (abrasi dan gelombang ekstrim), ITB (gempabumi), UI (cuaca ekstrim), IPB (kebakaran lahan dan hutan), UNDIP (banjir), UGM (longsor), ITS (kecelakaan industri), UPN Veteran Yogyakarta (gunung api), UNHAS (erosi), UNUD (kekeringan), dan UNAIR (epidemi dan wabah penyakit). Hasil penelitian dari ke-12 perguruan tinggi tersebut diharapkan akan menjadi naskah akademik untuk lampiran dalam dokumen Renas PB 2015-2019 yang juga melibatkan Pusat Studi Bencana.

Mensinergikan penanggulangan bencana Joko Santoso selaku Ditjen Dikti kemendikbud mengatakan,"Indonesia kaya akan bencana,jadikan bencana bangsa Indonesia yang super dalam penanggulangan bencana. Kita harus belajar,dan melakukan riset dalam penanggulangan bencana negara kita sendiri" ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, dalam pidatonya mewakili Kepala BNPB, Ir.Sugeng Triutomo,DESS menyampaikan 

"Kita menyadari perkembangan ilmu pengetahuan adalah pengembangan ilmu dan terapan yang dihadapi manusia. Tridarma perguruan tinggi menjadi landasan BNPB untuk berkerjasama dalam Kemanusiaan"ucapnya. "Selain itu,tujuan workshop ini adalah untuk menginisiasi perguruan tinggi dengan lembaga riset yang lebih luas lagi serta mendapatkan hasil riset ilmiah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam perannya perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat"tambahnya.