Gubernur Jakarta Deklarasikan Program Sekolah Aman Bencana

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendeklarasikan Rintisan Program Sekolah Aman Bencana di Provinsi DKI Jakarta. “Kita ingin membangun budaya sadar bencana sejak dini. Salah satunya dengan memperkenalkan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana (PRB) kepada pelajar di sekolah,” kata Ahok, panggilan akrab Gubernur, di Balai Agung, Jakarta Pusat, Selasa (19/1). "Kita ingin semua sekolah aman. Tak hanya fisik dan bangunan, tapi juga punya kapasitas dalam pengelolaan risiko bencana, baik di kalangan guru maupun pelajar,” lanjut Ahok.

Deklarasi Sekolah Aman Bencana ini, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan sudah dilakukan sejak tahun 2007. Saat ini, sudah ada 62 sekolah yang mengimplementasikan Sekolah Aman Bencana. Menurut Kepala BPBD DKI, Denny Wahyu, jumlah tersebut masih kecil dibandingkan jumlah sekolah di DKI yang berjumlah 5.000 sekolah. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan supaya tahun 2017 nanti seluruh sekolah yang ada di DKI ini bisa mengimplementasikan semuanya.

"Sekolah Aman Bencana penting karena siswa separuh waktunya untuk sekolah. Ini dimaksudkan supaya sekolah siap merespons saat darurat bencana," ujarnya.

Program Sekolah Aman menekankan pada pengembangan tiga pilar yaitu sarana-prasarana sekolah yang aman, manajemen penanggulangan bencana di sekolah, dan pendidikan pengurangan resiko bencana.

Deklarasi ini dilakukan dengan penandatanganan deklarasi oleh Kepala BPBD DKI, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kanwil Kementerian Agama, dan Country Director Plan International Indonesia. Deklarasi juga dibacakan oleh 400 kepala sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk madrasah yang mewakili lima wilayah Jakarta serta Kepulauan Seribu.

Pada kesempatan ini juga, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei turut menghadiri pendeklarasian Program sekolah Aman Bencana di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Related posts