Gempabumi Merusak Berkekuatan 7,8 SR Mengguncang Ekuador

JAKARTA - Pada hari Minggu (17/4), gempabumi kuat mengguncang Negara Ekuador pada pukul 06.58.37 Wib. Guncangan kuat gempabumi ini dirasakan di beberapa kota besar seperti Rosa Zarate, Propicia, Santo Domingo de los Colorados, Guayaquil, dan Quito, ibukota Negara Ekuador. Menurut laporan United States Geological (USGS), gempabumi ini berkekuatan 7,8 SR yang berpusat di koordinat 0,371 derajat lintang utara dan 79,940 derajat bujur barat, tepatnya pada 27 kilometer arah tenggara kota Muisne, Ekuador, dengan kedalaman hiposenter 19,2 kilometer. Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempabumi kuat yang mengguncang hampir seluruh wilayah Negara Ekuador dan sekitarnya ini merupakan jenis gempabumi dangkal. Laporan sementara menunjukkan bahwa, gempabumi ini telah menimbulkan kerusakan banyak bangunan rumah di berbagai tempat, termasuk hotel dan jembatan. Korban meninggal akibat gempabumi ini berdasarkan laporan sementara tercatat sudah mencapai 41 orang. Adanya kerusakan sebagai dampak gempabumi Ekuador, sesuai dengan informasi peta tingkat guncangan gempabumi (shake map) yang menunjukkan bahwa bahwa guncangan di dekat pusat gempabumi mencapai skala intensitas VII-VIII MMI. Intensitas sebesar ini dipastikan menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada struktur bangunan. Berdasarkan analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi Ekuador ini dipicu oleh mekanisme penyesaran naik (thrust fault). Tataan tektonik dan data hiposenter gempabumi, mendukung dugaan kuat bahwa gempabumi darat ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Catatan kegempaan Ecuador menunjukkan bahwa hampir seluruh gempabumi kuat yang terjadi di Ekuador memang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempang. Dalam hal ini Lempeng Nazca menyusup ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Subduksi lempeng ini cukup aktif dengan laju penunjaman 40 – 53 mm per tahun. Seringnya Ekuador diguncang gempabumi kuat dan merusak disebabkan karena zona subduksi Lempeng Nazca di Ekuador-Kolombia Trench lokasinya berdekatan dengan daratan. Sehingga setiap terjadi gempabumi kuat selalu timbul banyak kerusakan dan menelan korban jiwa cukup besar. Berdasarkan catatan sejarah gempabumi merusak di Ekuador menunjukkan bahwa negara ini memang sudah beberapa kali diguncang gempabumi kuat dan merusak yang menelan banyak korban jiwa. Beberapa contoh diantaranya, adalah (1) gempabumi Riobamba tahun 1797 8,3 SR menewaskan sekitar 40.000 orang, (2) gempabumi Carchi tahun 1868 M 7,7 juga menewaskan sekitar 40.000 orang, (2) gempabumi Esmeraldas 1906 8,8 SR menewaskan sebanyak 1.000 orang, (3) gempabumi Ambato tahun 1949 6,8 SR menewaskan sebanyak 5,050 orang, dan gempabumi Napo 1987 6,9 SR menewaskan sebanyak 1.000 orang. Dr. Daryono, S.Si., M.Si. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunmi BMKG

Related posts