Gabungan TNI Kerjakan Sekat Kanal di Desa Tumbang Nusa Kalimantan Tengah

Mayor Slamet Riyadi dari Denzipur 8 mengatakan bahwa target 10 hari pembuatan sekat kanal akan bisa diaktualisasikan jika pompa airnya lebih banyak. " Saat ini kita hanya memiliki 9 alat berat (excavator) di lokasi. Nanti mlm akan datang lagi 2 alat berat," tuturnya. Personil terbagi 2 shift dan bekerja sampai 24 jam sehari.Personil berasal dari Denzipur 8, Marinir dan Kostrad. Ia menambahkan bahwa kendala saat ini pompa harus lebih banyak agar  embung dapat segera diairi, maximal 30 pompa. Untuk Pengerukan akan dilakukan selama 7 hari. " Informasi terakhir yang kami terima saat rapat bahwa pompa diberikan oleh Kementerian LHK," cetusnya.

Ia menuturkan kendala lain kayu kelapa untuk pembuatan alas, susah didapatkan. Biasanya didapat dari warga dan beli. sedangkan untuk kebutuhan air ditanjung nusa berasal dari sungai kahayan, tetapi lokasi sungai 5 km. sehingga konsep yang ditanjung nusa akan membuat tembusan air dibawah jembatan. saat ini Personil dari Kostrad sedang melakukan penggalian dibawah jembatan. Target embung 28 embung dengan ukuran 10x10 m dan saat ini sudah jadi 3 embung. Sedangkan panjang kanal yang dibuat sudah 1,2 km di sisi kanan dan 1,5 km di sisi kiri. Luas  sekat kanal adalah 7 km.

Komandan Satgas Tanggap Darurat Karlahut Provinsi Kalteng Kolonel Arhanud (Arh) Purwo Sudaryanto mengatakan bahwa TNI AD sudah mu¬lai mengerjakan instruksi Pre¬siden Joko Widodo sejak 2 hari lalu. " Sudah sejak 2 hari lalu, TNI dengan total 325 personil mengerjakan itu. Adapun tugas mereka meliputi pembuatan kanal, pin¬tu air, serta embung untuk me¬¬nanggulangi bencana ke¬¬bakaran hutan dan lahan di wilayah Tumbang Nusa, Ke¬camatan Jabiren, Kabupa¬ten Pulang Pisau,' tambahnya.

Related posts