Deteksi Korban Bencana Melalui Sinyal Handphone

Sentul (24/4)_Pesatnya kemajuan teknologi membuat manusia mau tak mau akan bergantung pada keberadaan peralatan teknologi, salah satunya handphone. Mulai dari fungsinya yang hanya sekedar menelepon dan sms, selancar di dunia maya, game, chatting dan sebagainya. Saat ini handphone sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia, kemanapun pergi selalu dibawa. Nampaknya hal tersebut menjadi alasan pembenaran untuk manusia bergantung dengan handphonenya.
BNPB memiliki Life saver yang dapat melacak keberadaan pengguna handphone saat musibah bencana terjadi. Misalkan pada saat terjadi bencana gempabumi yang mengakibatkan runtuhnya bangunan dan mengakibatkan korban tertimpa reruntuhan. Life saver dapat digunakan untuk mencari korban berdasarkan  sinyal dari handphone korban. Jika anjing pelacak mengandalkan indera penciumannya yang tajam, maka life saver mengandalkan sinyal handphone korban yang direkayasa untuk melacak keberadaan korban.
Bagaimana jika keadaan bencana  mengakibatkan BTS (Base Transceiver Station) hancur berantakan, dan tidak ada sinyal sama sekali sehingga handphone tidak bisa berkomunikasi? Mr.Mario pengajar dari Amerika yang memberikan pelatihan kepada staf BNPB mengatakan bahwa life saver bisa berfungsi sebagai BTS. “Life saver dapat menjangkau dan merekayasa jaringan yang ada saat itu, meskipun tidak ada jaringan sama sekali, kita dapat melakukan setting jaringan versi kita” ucapnya pada acara peningkatan kapasitas Pusdatinmas dalam pemanfaatan mobil komunikasi dan life saver, di Sentul, Jawa Barat. Life saver akan bekerja mencari sinyal handphone terdekat yang masih hidup (nyala/aktif). 
Life saver  bekerja layaknya BTS dan memiliki amplifier untuk memperkuat sinyal sampai dengan maximum 10 watt, jarak menengah 5 watt dan jarak terdekat 1 watt. Jika dibandingkan dengan sinyal handphone yang hanya 1 watt, maka kekuatan life saver dapat diandalkan dalam memancarkan sinyal.
Life saver ini dikemas dalam perangkat portable berbobot  30 Kg dan setting peralatannya hanya membutuhkan waktu sekitar  10 menit. Alat ini dapat diandalkan dalam pencarian korban saat terjadi bencana dan infrastruktur jaringan komunikasi lumpuh. Salam tangguh!

Related posts