Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Aceh Rp 626 Milyar Disalurkan

PIDIE JAYA – Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebesar Rp 626,3 milyar pascabencana gempabumi Aceh (Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen) 2016 telah disalurkan. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei saat kunjungan kerja percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempabumi Aceh.

Willem menyampaikan bahwa Peraturan Gubernur Nomor 147 Tahun 2016, tanggal 29 Desember 2016 menyebutkan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi Aceh sebesar Rp 3,4 trilyun, dengan rincian komitmen pembiayaan terdiri dari APBD pemerintah daerah ketiga kabupaten sebesar Rp 125,7 milyar, APBD Provinsi Aceh sebesar Rp 25,4 milyar, APND K/L sebesar Rp 845,9 milyar, dana hibah Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,3 trilyun dan sebesar Rp 1,121 trilyun yang masih akan diupayakan dari sumber-sumber dana lain, seperti Corporate Social Responsibility (CSR).

“Untuk itu, melalui melalui pos dana cadangan pemerintah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, maka bulan Juni 2017 telah disalurkan sebesar Rp 626,3 milyar kepada Kementerian PUPR, dana dari ditjen anggaran telah masuk ke DIPA Kemen PUPR melalui mekanisme SABA sebesar Rp 161,5 milyar untuk membangun 1 PAUD, 5 SDN, 1 MIN, 2 SMPN, 2 SMKN, 1 RSUD, 1 Mesjid Attaqarub, 1 STAI Al-Azizah dan 1 Pasar Ulee Gle,” paparnya.

Anggaran tersebut juga masuk ke Pemerintah Aceh sebesar Rp 23,8 milyar, untuk membangun infrastruktur jembatan dan jalan evakuasi. Kabupaten Pidie Jaya membutuhkan anggaran sebesar Rp 343,5 milyar untuk merehabilitasi dan merekonstruksi rumah sebanyak 6.744 unit (2.202 unit rusak berat dan 4.542 unit rusak sedang), serta pembangunan infrastruktur 4 unit jembatan, perbaikan 2 ruas jalan, dan perbaikan 4 kantor pemerintah.

Sementara itu Kabupaten Pidie menerima Rp 66,735 milyar untuk merehabilitasi dan merekonstruksi rumah sebanyak 287 unit (45 unit rusak berat dan 242 unit rusak sedang), infrastruktur 2 jembatan, pembangunan jalur evakuasi, perbaikan kantor camat dan perbaikan RSUD dan Kabupaten Bireuen Rp 30,8 milyar yang akan digunakan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi rumah sebanyak 180 unit (57 unit rusak berat dan 123 unit rusak sedang), infrastruktur jembatan 1 unit, perbaikan 6 ruas jalan, pembangunan 2 ruas jalur evakuasi, perbaikan 2 buah tanggul, perbaikan 2 buah saluran irigasi, perbaikan 7 RKB sekolah, perbaikan polindes, dan perbaikan aula Kecamatan.

“Dana rehabilitasi dan rekonstruksinya sudah disalurkan ke daerah, segera percepat pembangunan fisiknya terutama fasilitas publik sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkannya tapi tetap memperhatikan akuntabilitas sesuai petunjuk yang ditetapkan,” tutur Willem.

Di akhir sambutan, Willem mengajak semua pihak baik pemerintah pusat maupun daerah bersama – sama untuk berkomitmen agar pemulihan pascabencana gempa aceh ini segera tuntas sehingga masyarakat segera pulih bahkan meningkat penghidupan dan perekonomian daerah.

Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas menyatakan terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat, khususnya dari BNPB pascagempa Pidie Jaya tahun lalu. Aiyub menambahkan bahwa mereka sudah menyiapkan kantor untuk tim teknis rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Sudah ada ruang kantornya walaupun fasilitasnya masih minim," ujarnya.

Gempa di Pidie Jaya tanggal 7 Desember 2016 berkekuatan 6.5 SR menewaskan 102 orang di 3 kabupaten yaitu Pidie jaya , Pidie dan Bireuen. Saat itu gempa menyebabkan 3.276 orang mengungsi. Penanganan pascabencana gempabumi Aceh merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan harus selesai akhir tahun 2018. Terutama rumah dan sarana serta prasarana publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan perekonimian serta infrastruktur yang menunjang pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Related posts