Ciptakan Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana

DEPOK - Salah satu terjadinya faktor bencana karena kurangnya tanda petunjuk. Perlunya dan pentingnya komunikasi dalam penangulangan bencana untuk mengurangi korban jiwa. Hal ini diterjemahkan oleh mahasiswa Universitas Indonesia dengan Vokom Expo 2015, Emergency ; Ecological Seminar and Urgency in Safety di Fakultas Pusat Studi Jepang, UI, Depok (16/12). FEMA Amerika tahun 1974, Korea 25 tahun dan BNPB baru 8 tahun. 13 jenis bencana yang ada di Indonesia yang dapat kita lakukan sekarang adalah kerentanannya dikurangi dan kita tingkatkan kapasitasnya. "Semua saluran komunikasi sudah dilakukan oleh BNPB, karena bagi media Bad News is Good News. Maka dari itu yang harus pemerintah imbangi pemberitaannya melalui broadcast BBM yang selalu standby 24 jam" ucap Kapusdatinmas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Menurut Usman Firdaus dari Mat Peci,aktivis kebersihan Kali Ciliwung, Harus dimulai sejak dini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. "Sehingga kali bisa bersih dan bisa menjadi ecowisata atau tranportasi air. Karena 90% bencana banjir adalah ulah manusia" ungkapnya. Fatma Lestari, dari Emergency dan Disaster Komunikasi Universitas Indonesia mengatakan dalam bencana butuh keterlibatan banyak pihak. Harus dimulai dari lingkungan pendidikan terlebih dahulu. "Wujud nyata dari UI adalah mata kuliah pengelolaan bencana menjadi salah satu mata kuliah wajib di fakultas kami" ucapnya. Selain itu, Mahasiswa baru kami sudah diajari emergency movement mulai tahun Ini sebagai pengganti ospek dengan nama program cinta kampus. Ia memberi contoh langkah kongkrit pencegahan pohon tumbang. Jika,menanam pohon harus lebih dari 3 m kedalamannya untuk ukuran pohon yang akan besar dengan diameter batang 5 meter. Kesimpulan komunikasi yang baik seorang humas dalam penanggulangan bencana adalah harus siap bekerja 24 jam dan hp dalam keadaan standby. Mampu menjadi penyedia informasi,siap ekstra tenaga dan harus paham menggunakan saluran komunikasi yang tepat. (acu).

Related posts