BPBD Sumedang Terus Upayakan Tanggap Darurat

SUMEDANG - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang bekerjasama dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, relawan, masyarakat dan dinas-dinas terkait terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban pada Rabu (21/9) di lokasi bencana. Longsor terjadi di lima dusun di Desa Ciherang, Sumedang Selatan, Sumedang Jawa Barat pada Selasa (20/9) lalu.

Di samping itu, BPBD dengan mitra kerja melakukan pendataan serta pelayanan darurat bagi para korban terdampak, seperti penyediaan makanan melalui dapur umum serta kebutuhan dasar lain. BPBD Provinsi Jawa Barat telah mendistribusikan bantuan berupa air mineral dan mie instan, sedangkan Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) membantu penyediaan air bersih. BPBD Sumedang melaporkan saat ini masih terkendala jumlah MCK bagi para pengungsi. BPBD setempat melaporkan bencana ini berdampak pada kerugian material dan korban jiwa.

Data sementara dari BPBD sebagai berikut 3 rumah dan 1 mushola hancur serta 200 rumah terdampak di Dusun Ciherang, 2 rumah tertimbun di Dusun Cimareme dan 100 orang mengungsi di Dusun Babakan Gunasari.Sementara itu, tiga orang meninggal dunia, 2 lainnya luka ringan, dan 1 orang masih dalam pencarian. Korban luka ringan telah dirawat oleh RSU Sumedang. Kurang lebih 300 keluarga di 6 RT terdampak dan 75 keluarga (335 jiwa) mengungsi ke GOR Tajimalela, Sumedang. Lima dusun terdampak bencana di Desa Ciherang antara lain Dusun Ciherang, Ciguling, Singkup, Cimareme, dan Babakan Gunasari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat serta memonitor terus menerus upaya tanggap darurat BPBD setempat. BNPB menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bahaya banjir dan longsor. Potensi bahaya tersebut dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dengan periode waktu lama.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas

Related posts