BP REDD+ Meluncurkan Karlahut Monitoring System

JAKARTA - Global Forest Watch Fires (GFW-Fires) merupakan hasil kolaborasi antara BP REDD+, BNPB,WRI,DigitalGlobe,Google,Esri dan lain-lain. GFW-Fires diperkenalkan sebagai bagian dari Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) Monitoring System (KMS). Kepala BP REDD+ Heru Prasetyo mengatakan platform ini adalah sebuah sistem monitoring dan peringatan online yang dinamis dan mampu memberdayakan berbagai pihak dimanapun untuk mengelola hutan dengan lebih baik. "Merancang dan mengoperasikan sebuah sistem monitoring yang canggih adalah salah satu pendekatan BP REDD+ dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan " ucapnya saat launching GFW-Fires di Kantor REDD+,Jalan Sudirman,Jakarta.

Dr.Dino Patti Djalal, selaku Wakil Menteri Luar Negeri RI dan Ketua Dewan WRI Indonesia. Kebakaran Hutan dan Lahan selain berdampak pada nasional juga berdampak pada dunia internasional. "Seperti halnya negara tetangga Singapura, yang complain asap dari Kebakaran hutan di Indonesia mengganggu kualitas udara di Singapura" terangnya. "GFW Fires memadukan teknologi tingkat tinggi dengan kapabilitas pemerintah Indonesia dan kapabilitas para teknisi ahli dari berbagai belahan dunia"tambahnya.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan Plt. Sekretaris Utama BNPB, Ir.Dody Ruswandi,MSCE mengatakan saat BNPB mendapatkan mandat dari Presiden RI tahun lalu, perintah presiden adalah tiga minggu harus selesai memadamkan api di Riau."Alhamdulilah selesai dalam waktu yang ditetapkan tersebut" ucapnya.
Tahun ini BNPB juga telah menyiapkan helikopter untuk water bombing. "Kami menyambut baik dan mendukung segala terobosan untuk meningkatkan upaya pencegahan dibandingkan dengan kerja keras memadamkan api"ucapnya.Masih menurutnya 99% diinisiasi oleh manusia, penyebab kebakaran hutan dan lahan.

Keunggulan sistem ini selain mampu menyebarkan peringatan melalui sistem SMS,juga mampu menampilkan citra satelit dengan resolusi tinggi. Mengeluarkan peringatan dari NASA dalam waktu yang mendekati aktual, dan laporan arah angin. Diharapkan kedepannya melalui teknologi baru ini dapat monitoring terhadap bencana dan perubahan lingkungan di waktu yang hanpir aktual. (acu)

Related posts