BNPB Tegaskan Komitmennya Dalam Implementasi Kerangka Sendai

SENTUL - (19/5) BNPB tegaskan komitmenya dalam implementasi Pengurangan Resiko Bencana sesuai Kerangka Sendai untuk Pengurangan Resiko Bencana 2015-2030 termasuk tujuh target dan empat prioritas aksi untuk dilakukan.

Kepala BNPB Syamsul Maarif menegaskan dalam sambutannya pada acara Seminar Strategi Implemntasi Kerangka Sendai untuk Pengurangan Resiko Bencana di Auditorium INA DRTG Sentul hari ini (19/5). ” Kita bukan fokus pada manajemen resiko tapi pada pengurangan resiko bencana. Kita harus mengembangkan kearifan lokal yang sudah sejak lama digunakan oleh nenek moyang kita.. Kearifan lokal tiap daerah berbeda-beda dan hal itu yang justru menjadi ciri dari tangguhnya Indonesia menghadapi bencana,” ujarnya.

Syamsul menyatakan bahwa salah satu strategi pengurangan resiko bencana adalah memperkuat kapasitas pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh komunitas masyarakat serta membangun kerangka PRB dari level lokal dan nasional menjadi kerangka yang berkelanjutan.

Tujuh target global untuk mencapai hasil yang diharapkan dari Kerangka Sendai ini adalah mengurangi angka kematian bencana secara global, mengurangi jumlah orang yang terdampak, mengurangi kerugian ekonomi secara langsung akibat bencana, mengurangi kerusakan akibat bencana, meningkatkan jumlah  negara yang memiliki strategi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kerjasama internasional untuk dukungan yang memadai dan berkelanjutan dan meningkatkan keberadaan dan akses terhadap sistem peringatan dini. Sedangkan empat prioritas aksi tersebut adalah memahami resiko bencana, memperkuat tata kelola resiko bencana dan manajemen resiko bencana, investasi dalam pengurangan resiko bencana untuk keteangguhan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk respon yang efektif dan untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Direktur Pengurangan Risiko Bencana Lilik Kurniawan menambahkan bahwa dua bulan lalu, 15-18 Maret 2015, perhatian pelaku penanggulangan bencana di dunia terfokus pada perhelatan akbar WCDRR ke3 (Konferensi Dunia dalam Pengurangan Risiko Bencana) di Sendai, Jepang. Ini adalah akhir dari dekade HFA dan digantikan oleh suatu kerangka kerja yang disebut  Sendai Framework for Disaster Risk Reduction atau Kerangka Kerja Sendai.

“Peran Delegasi Indonesia semakin nyata dengan keberhasilan memasukkan archipelago state dalam dokumen Kerangka Kerja Sendai. Ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki karakteristik risiko bencana tersendiri yang jauh berbeda dengan negara daratan,” tuturnya.

Seminar Strategi Implementasi Kerangka Sendai untuk PRB ini dihadiri oleh perwakilan BNPB, Kemeterian/lembaga, mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia, UNDP, JICA dan UNISDR dan ketiga lembaga internasional tersebut juga menjadi narasumber dalam seminar ini. (ayu)

Related posts