BNPB SELENGGARAKAN SIMULASI SRC PB WILAYAH TIMUR

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyelenggarakan simulasi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Wilayah Timur di Bendung Gerak, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 28 November 2013. Kegiatan ini bertema Gelar dan Simulasi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Wilayah Timur dan unsur pendukung dalam rangka kesiapan menghadapi bencana banjir di Wilayah Timur tahun 2013. 

Kepala BNPB DR. Syamsul Maarif, M.Si menuturkan sebagai negara dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan bencana dengan frekuensi cukup tinggi, Indonesia perlu terus meningkatkan kemampuan dalam penanggulangan bencana. "Penanggulangan bencana memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi," tuturnya dalam sambutan kegiatan tersebut.

SRC-PB Wilayah Timur dan pendukungnya dilatih agar siap diterjunkan kapan saja dalam penanggulangan bencana. Sasaran gladi SRC-PB, yaitu:

  • Meningkatnya kemampuan koordinasi dan kerjasama SRC-PB Wilayah Timur dan pendukung dengan instansi/organisasi perangkat daerah (OPD), kementerian/lembaga (K/L), dunia usaha serta masyarakat dalam menjalankan tugas dan fungsi pada satu kesatuan komando;
  • Meningkatnya kemampuan SRC-PB Wilayah Timur dan pendukung dalam membangun/memperkuat kerjasama tim;
  • Tersedianya personil SRC-PB yang memiliki kompetensi dalam penanggulangan bencana di tingkat nasional dan internasional.
Materi gelar SRC-PB Wilayah Timur ini terdiri dari:

  • Gelar posko yang didukung komunikasi yang kuat dan media center berupa pembukaan saluran komunikasi, gelar peralatan penanggulangan bencana oleh K/L serta lintas sektor terkait;
  • Teknik operasi evakuasi melalui sungai dengan menggunakan perahu karet;
  • Operasi evakuasi melalui udara dengan menggunakan helikopter BASARNAS;
  • Teknik triase penanganan korban bencana baik korban hidup maupun meninggal;
  • Identifikasi korban meninggal oleh DVI POLRI;
  • Penanganan darurat korban bencana oleh Dinas Kesehatan (Dinkes);
  • Manajemen logistik untuk pengungsi.

Peserta kegiatan SRC-PB ini berjumlah 619 orang, berasal dari unsur TNI 191 orang, POLRI 76 orang, OPD 154 orang, Pramuka 50 orang, BNPB/BPBD 35 orang, Basarnas 15 orang, Dinas PU/PDAM empat orang, PMI delapan orang, Dinas Sosial lima orang, Dinas Kesehatan 15 orang, ditambah 90 anggota masyarakat. (Rsp)

 

Related posts