BNPB Selenggarakan Gladi Posko Tingkat Satuan SRC PB Wilayah Barat

Sentul- Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulagan Bencana selenggarakan latihan geladi posko tingkat satuan gabungan SRC PB wilayah Barat pada (27/09-30/09) 2016 berlokasi di Indonesia Disaster Relief Training Ground (INA DRTG) Sentul, Jawa Barat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusdiklat BNPB DR.Bagus Tjahjono, M.P.H, mengatakan sesuai program Pusdiklat tahun 2016 tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi personil SRC PB wilayah barat tingkat gabungan satuan dalam penanganan darurat bencana gempa bumi dan tanah longsor diharapkan dengan adanya geladi ini dapat membuat tim SRC selalu siap dan cepat dalam merespon penanganan bencana. pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga hari dimana hari pertama diawali dengan academic session, peserta dibekali dengan materi tentang Peran SRC dalam penanganan Darurat dan pembekalan Sistem Komando Tanggap Darurat pengalaman peserta selama menangani kedaruratan, kegiatan ini dilaksanakan di dalam kelas. Selanjutnya peserta dilatih dengan CPX dan drill yang mengharuskan peserta memiliki keterampilan dalam penggunaan alat dan pengisian format informasi yang dibutuhkan ketika terjadi darurat bencana. Tahap ketiga adalah FTX. peserta di simulasikan bencana pada masa tanggap darurat bencana, mulai dari tahap perencanaan penanggulangan bencana yang terjadi dalam keadaan tidak menentu dimana tindakan teknis dan manajerial sebagai sistem tanggapan dan pengerahan potensi untuk mencegah atau menanggulangi bencana. sehingga dapat meminimalisir dampak dari suatu bencana. Tugas dan fungsi organisasi dari SRC PB yaitu manajemen dan penghubung yakni mengendalikan kegiatan kegiatan penanggulangan bencana pada saat periode panik di awal kejadian bencana dan sebagai penguhubung antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, Lemabag Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat internasional, Operasi yakni mengendalikan seluruh kegiatan operasi penindakan awal tanggap darurat yang dilakukan untuk memastikan komunikasi yang efektif antara SRC PB, BNPB, pemerintah daerah serta sektor, lembaga/organisasi terkait di tingkat nasional, dan internasional sehingga operasi penangan darurat bisa lebih optimal. Kegiatan ini diikuti sebanyak 140 peserta yang berasal dari TNI, POLRI, Dinas Kominfo, Basarnas, BIG, PMI, kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Kemendagri, Polair, BPBD dan BNPB

Related posts