BNPB Rancang Rencana Induk Sistem Komunikasi Bencana

Kediri – Komunikasi bencana bermuara pada keselamatan. Ini merupakan konsep dasar dalam rancangan dokumen Rencana Induk Sistem Komunikasi Bencana 2014 – 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) membahas dokumen tersebut bersama mitra kerja pada lokakarya nasional Rencana Induk Sistem Komunikasi Bencana 2014 – 2019 pada Jumat (31/10) di Kediri, Jawa Timur.  

Salah satu tujuan dokumen rencana induk ini adalah perwujudan kebijakan dan tata kelola sistem komunikasi bencana. Dokumen ini akan membantu pemangku kepentingan dalam menjamin pelayanan publik, khususnya komunikasi bencana, yang cepat, akurat, berkualitas, transparan, dan akuntabel terutama untuk masyarakt terdampak.

Sambutan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB yang dibacakan oleh Kepala Sub Bidang Media Cetak Ario Akbar Lomban menyebutkan bahwa dokumen ini akan mengisi celah terkait komunikasi bencana yang melibatkan multi pihak. Menurutnya, kegagalan komunikasi bisa berdampak buruk dengan jatuhnya korban jiwa dan kerugian lain. 

Penyusunan dokumen rencana induk belajar banyak dari pembelajaran pada penanganan evakuasi Gunungapi Kelud di Kediri, dan penanganan bencana di beberapa tempat. Penanganan evakuasi masyarakat menjelang erupsi dahsyat Kelud sebagai kisah sukses dalam komunikasi bencana. Hal ini diadopsi dan dapat dijadikan model penanganan evakuasi di tempat lain.

Pandangan ahli terhadap rancangan ini, Profesor Daniel Dhakidae menyebutkan bahwa cerita Kelud pada saat evakuasi memberikan pembelajaran terbaik terkait komunikasi bencana. Daniel menyebutkan bahwa pemanfaatan local wisdom sebagai dasar pengelolaan bencana patut dicontoh. 

“Alat komunikasi radio cocok dengan kebutuhan lokal, “ ujar Daniel Dhakidae.

Saat kritis dan jelang erupsi eksplosif Kelud, keberhasilan evakuasi 86.000 jiwa  yang berada di sekitar lereng Kelud ini tidak terlepas dari peran sentral tiga tokoh. Mereka yang menjadi kunci keberhasilan dalam evakuasi antara lain antara lain Pengamat Gunungapi Khairul Huda, Danramil Kecamatan Ngancar Sutrisno, dan Camat Ngaseri. 

Setelah mendampatkan masukan dari para ahli, responden, dan pihak terkait, termasuk media, tim rancangan dokumen rencana induk akan melakukan penyelesaian akhir. Rancangan dokumen rencana induk diharapkan mampu menjawab permasalahan komunikasi bencana secara komprehensif, yaitu pada pra, saat, dan pasca bencana. Lokakarya nasional yang berlangsung dua hari dihadiri juga Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto dan Wakil Bupati Kediri Masykuri. (Phi)

Related posts