BNPB Mengakhiri Penyelenggaraan Ardex 2018 di Cilegon

CILEGON – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei secara resmi menutup penyelenggaraan Ardex  2018 pada Jumat (9/11) di Royal Krakatau, Cilegon, Banten. Ardex 2018 yang telah dipersiapkan sejak setahun lalu menggelar rangkaian kegiatan, antara lain gladi ruang, gladi posko, dan gladi lapangan.

 

Willem menyampaikan, “Saya sangat bangga dengan pencapaian (Ardex 2018). Kita menghasilkan pencapaian yang signifikan dan manfaat. Kita juga telah melakukan apa yang menjadi tujuan strategis latihan dan pemahaman yang lebih baik dalam perkuatan interopabilitas dan hubungan serta kerjasama.”

 

“Latihan ini memberikan kesempatan untuk membuktikan dan memperkuat kapasitas regional dalam penanganan darurat di ASEAN. Apa yang kita peroleh dalam latihan ini menjadi pondasi yang kuat untuk kerjasama dan masa depan yang lebih baik. Kesukseesan ardex ini menjadi bukti kerja keras dan upaya kolaboratif dari semua pihak.”

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) Adelina Kamal mengatakan bahwa kita telah memadukan aspek kedaruratan lingkungan dan kesehatan dalam diskusi, sejak tahap perencanaan, sesi akademik, hingga simulasi selesai.

“Pembelajaran yang sudah ada tersebut dapat diarusutamakan di masa mendatang dan diintegrasikan  ke dalam berbagai mekanisme dan perangkat manajemen bencana yang sudah ada, seperti ASEAN Standard Operating Procedure for Regional Standby Arrangements and Coordination of Joint Disaster Relief and Emergency Response Operations (SASOP), modul ASEAN Joint Disaster Response Plan (AJDRP), dan kapasitas ASEAN ERAT.”

 

Sehari sebelum dilakukan evaluasi atau after action review (AAR), BNPB bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cilegon menyelenggarakan gladi posko dan gladi ruang. Salah satu pencapaian dari gladi posko yaitu dokumen rencana aksi harian atau Incident Action Plan yang digunakan untuk operasi penanganan darurat di lapangan. Dalam gladi posko ini, kepada daerah setempat menunjuk Komandan Kodim 0623 Cilegon sebagai komandan posko penanganan darurat bencana.

 

Satu kasus yang baru pertama kali diujicobakan yaitu penggunaan skenario bencana industri dimana material kimia berbahaya berdampak pada kawasan industri dan lingkungan sekitar. Tim Penanganan Darurat Asosiasi Kawasan Industri dengan dukungan Tim Nubika dari TNI melakukan penanganan darurat dengan sterilisasi dan dekontaminasi korban yang telah terpapar material kimia berbahaya.   

 

Tim Urban Search and Rescue (USAR), medis (EMT) dan hazardous material (Hazmat) dari negara-negara ASEAN terlibat dalam latihan yang dimulai tepat pukul 08.00 sampai dengan 14.30 waktu setempat pada Kamis (8/11) di kawasan industri Cilegon.

 

Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (Ardex) ke-7 mengangkat skenario terkait bencana gempa bumi yang memicu tsunami dan bencana industri kimia.  Melalui latihan bersama ini, Ardex bertujuan sebagai berikut (1) menguji dan mengevaluasi implementasi SASOP dan koordinasi di antara ASEAN, (2) menguji interopabilitas mekanisme penanganan darurat bencana Indonesia dengan negara ASEAN, (3) menguji peran AHA Centre dalam memfasilitasi koordinasi melalui JOCCA, (4) meningkatkan sinergi dan kecepatan dalam respon di kawasan regional, khususnya penanganan bencana industri dan (5) meningkatkan kemampuan taktis personel dalam upaya penanganan darurat bencana.

 

Hadir pada Ardex 2018 ini 134 personel dari negara ASEAN, 25 personel dari Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, Rusia, Inggris, dan Selandia Baru. Mereka berperan sebagai perencana latihan, pelaku, evaluator dan pengamat latihan. Sementara itu, 1.500 peserta dari Cilegon dan 1.012 peserta dari tingkat pusat terlibat dalam Ardex 2018 ini. 

 

Penutupan Ardex 2018 ditandai dengan serah terima secara simbolis dari Indonesia kepada Pemerintah Filipina yang akan menjadi tuan rumah Ardex pada 2020.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Related posts