BNPB Melaksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah yang Keempat

BNPB untuk yang keempat kalinya melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari pada tanggal 9-14 Juni 2013 bertempat di Patrajaya Hotel & Resort, Anyer-Banten. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas TRC Kabupaten/Kota di Indonesia. Sehingga TRC di setiap daerah semakin cepat dalam merespon bencana yang ada di wilayah masing-masing. Penyelenggara kegiatan ini adalah Kedeputian Bidang Penanganan Darurat, dalam hal ini Direktorat Tanggap Darurat. Peserta kegiatan ini terdiri dari utusan 20 Kabupaten Kota dari 20 provinsi, dengan total peserta sebanyak 100 orang (95 laki-laki dan 5 perempuan). 

(1) Dalam pembukaannya Ir. Dody Ruswandi, MSCE selaku Deputi Bidang Penanganan Darurat memberikan arahan mengenai:

(2) Fakta bencana dari tahun ke tahun yang makin bertambah. Membutuhkan adanya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang cukup matang.

(3) Pemerintah pusat dalam hal ini BNPB akan memperkuat BPBD untuk memperpendek respon time terhadap bencana didaerah, salah satunya melalui peningkatan kapasitas TRC, pembuatan gudang logistik di beberapa daerah, supaya penanganan bencana di daerah makin cepat.

(4) BNPB dan BPBD tidak bisa berdiri sendiri, oleh karena itu salah satu tugas pokoknya BPBD  adalah mengkoordinasikan sumberdaya didaerah.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain Standar Minimal Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Pengelolaan Bantuan Masyarakat dan Dunia Usaha Pada Saat Keadaan Darurat Bencana, Dasar-dasar SAR (Water Rescue), Manajemen Penanganan Darurat, Pengelolaan Data dan Informasi pada Penanganan Darurat Bencana, Pengenalan Penggunaan Radio Komunikasi, dan Pengenalan Penggunaan GPS. Dengan harapan agar TRC yang sudah dilatih dapat mengimplementasikan dalam hal penanggulangan bencana dan akhirnya dapat mengurangi korban dan kerusakan yang terjadi akibat bencana.

Penyampaian materi tidak hanya di dalam kelas saja, melainkan praktek langsung ke lapangan sehingga peserta cepat menangkap materi. Diantara materi yang dipraktekan adalah praktek SAR (Water Rescue), praktek Penggunaan Radio Komunikasi, praktek Penggunaan GPS, dan Simulasi Penanganan Darurat.

Upaya penanggulangan bencana yang mengarah ke preventif, membutuhkan penguatan personil penanggulangan bencana yang salah satunya melalui kegiatan ini. 

Related posts