BNPB KIRIM BANTUAN DENGAN HERCULES KE MANADO

Dalam Sidang Kabinet pada Kamis (16/1), Presiden telah memerintahkan Kepala BNPB untuk memberikan bantuan penanganan korban banjir bandang dan longsor di Sulawesi Utara. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan kepada Presiden kondisi bencana dan upaya yang telah dilakukan di Sulut. Gubernur Sulut juga menyampaikan langkah-langkah penanganan bencana.

 

Gubernur Sulawesi Utara telah menetapkan pernyataan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari yaitu 15-28 Januari 2014. Dengan adanya status tanggap darurat maka ada kemudahan akses dalam pengerahan seluruh potensi sumber daya yang ada di Provinsi Sulut, baik logistic, peralatan, sumberdaya manusia, komando, penyelamatan dan sebagainya.

 

Dampak banjir bandang dan longsor hingga saat ini 16 orang tewas, yaitu dari Kota Manado 6 orang, Kota Tomohon 5 orang, Kota Minahasa 4 orang, dan Kab Minahasa Utara 1 orang. 2 orang hilang. Pengungsi saat ini sekitar 4.000 jiwa. Rumah rusak diperkirakan mencapai 1.000 unit. Sekitar 1.000 orang terisolir dan 1 orang luka berat. Kerusakan fisik lainnya jembatan Kuwil putus. Akses jalan Manado ke Tomohon putus akibat longsor. Sebagian besar banjir telah surut. Warga telah kembali ke rumah membersihkan rumahnya. Pendataan masih dilakukan di 6 kabupaten/kota terdampak.

 

Penanganan darurat masih dilakukan. BNPB memberikan bantuan dana siap pakai Rp 3,13 milyar dan bantuan logistik peralatan yang akan diterbangkan dengan pesawat Hercules C-130 TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusumah kepada BPBD Sulut. BPBD Prov. Sulut berkoordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri, SAR, RAPI, masyarakat dll untuk bersama-sama membantu mengevakuasi masyarakat yang terrdampak. BPBD bersama instansi terkait telah mendirikan posko, dapur umum, dan mendistribusikan bantuan. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD dalam manajemen penanganan darurat.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts