BNPB Kembangkan InAWARE Hingga Terintegrasi dengan Aplikasi Lain

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengembangkan aplikasi Indonesia All-Hazards Warning, Analysis and Risk Evaluation (InAWARE). Aplikasi yang telah mencapai versi 5.3 akan dikembangkan BNPB dan segera beralih ke versi 6.0. “InAWARE nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi lain, seperti PetaJakarta dan Disaster Monitoring and Response System miliki AHA Centre, “ tambah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB pada Pertemuan Hasil Perkembangan InAWARE, pada Selasa (19/7) di Graha BNPB, Jakarta.

Pada sambutan pembukaan Kepala BNPB Willem Rampangilei mengharapkan bahwa aplikasi InAWARE yang menampilkan peringatan dini dan pemantauan bencana dapat terus dikembangkan. “Peringatan dini dan pemantauan bencana banjir, dapat diperluas bukan hanya di kota besar, namun di seluruh daerah di Indonesia,” kata Willem. Di samping itu, Willem menambahkan bahwa pengembangan tidak hanya berfokus pada bahaya banjir tetapi juga jenis bahaya lain.

Sementara itu, InAWARE atau peringatan, analisis dan evaluasi risiko segala ancaman bencana dapat memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan. Selain itu, aplikasi ini sebagai media pertukaran informasi yang menjadi dasar pengembangan aplikasi-aplikasi peringatan dini yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Terkait dengan diseminasi informasi, Sutopo mengatakan bahwa aplikasi yang didukung oleh USAID berperan dalam konteks tersebut, khususnya penyedia informasi bencana. “Kedepan, InAWARE diharapkan dapat memberikan inovasi dan perkembangan dalam sistem informasi bencana sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak,” ungkap Sutopo di hadapan para undangan dari perwakilan Pacific Disaster Center (PDC), Massachusetts Institute of Technology (MIT), Humanitarian Openstreetmap, kementerian/lembaga terkait, BPBD, organisasi internasional dan media massa.  

Related posts