BNPB Fasilitasi BPBD sebagai Fasilitator Sekolah/Madrasah Aman Bencana

KUTA – Media publikasi sekolah merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi yang berperan penting dalam proses memberikan pemahaman kepada warga sekolah. Di sisi lain, media ini menjadi ruang untuk warga sekolah mengembangkan, merencanakan, memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan dan informasi tentang bencana. Penjelasan materi ini disampaikan fasilitator Mariana Pardede pada Bimbingan Teknis (bimtek) Calon Fasilitator Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana pada Kamis (3/12) di Bali.

Mewarnai, poster, pertunjukkan, majalah, lagu pendek berbasis lokal merupakan bentuk-bentuk yang dapat membangun pemahaman dan kesadaran terhadap potensi atau pun risiko bencana. “Media sebaiknya mudah dipahami sesuai dengan konteks lokal atau daerah”, kata Mariana dari organisasi KYPA.

Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertujuan untuk melatih calon fasilitator agar memiliki kemampuan dalam mendampingi proses implementasi penerapan sekolah/madrasah aman bencana di daerah. Bimtek yang berlangsung pada 30 November hingga 4 Desember 2015 membekali peserta dengan berbagai materi seperti teknik fasilitasi, tiga sekolah aman, tim siaga, media publikasi, dan sebagainya. 

Sekolah/Madrasah aman bencana merupakan bagian pengurangan risiko bencana. BNPB dan berbagai pihak berupaya membangun budaya sadar bencana dengan mengkampanyekan “Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman” dan sekigus membangun ketahanan dan ketangguhan masyarakat. Kampanye tersebut menargetkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman bencana. BNPB telah menerbitkan Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Pada konteks tersebut, BNPB mendukung dengan melatih fasilitator-fasilitator dalam proses implementasi sekolah/madrasah aman bencana. (PHI)

Related posts