BNPB Dukung Upaya Perkuatan Sistem Informasi Pengungsi

BANDUNG - Perkembangan sistem informasi pendataan pengungsi terus meningkat mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika penanganannya. Acara Pelatihan “Pemanfaatan Platform Pemantauan Pengungsian dan Penyebaran Informasi Pemanfaatan Analisa Data Mobile” digelar di Bandung dibuka dan ditutup oleh Direktur Penanganan Pengungsi Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Bapak Johny Sumbung. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 20 hingga 21 November bertempat di Grand Mercure Bandung dengan penyelenggara dari lembaga IOM (International Organization for Migration) dengan peserta dari Kemensos, BPS dan BNPB. 

Direktur dalam kata sambutan dan penutupan menegaskan bahwa frekuensi kejadian bencana yang tinggi dan tidak terduga, tentunya diperlukan tidak hanya kerja keras dan cepat, tetapi juga cerdas dalam melaksanakan penanganan pengungsi terutama pentingnya mendapatkan data pengungsi dalam kondisi darurat sehingga dapat menyusun rencana dalam memenuhi kebutuhan dasar dan perlindungan. “Penanganan yang cerdas yaitu mendapatkan data pengungsi dalam situasi darurat untuk langkah pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan pengungsi itu sendiri” ungkap Johny.

Platform pemantauan pengungsi yang sudah dibangun IOM bertujuan untuk mendukung pelayanan kepada pengungsi yang keluar wilayah terdampak. Melalui platform ini dapat dilihat jumlah dan sebaran pengungsi yang keluar wilayah terdampak secara cepat. "Sejatinya pengungsi yang keluar wilayah terdampak memiliki hak untuk mendapat bantuan pula" harapan Fachrul sebagai moderator pelatihan hari ini. Fakta di lapangan, pengungsi dari Palu, Sigi dan Donggala pasca gempa tsunami Sulawesi Tengah 2018 yang mengungsi ke Sulawesi Selatan mendapat bantuan logistik dari kegiatan dapur umum yang disediakan oleh Dinsos Sulawesi Selatan. Peserta dari Kemensos, Ira, mengatakan bahwa menjadi harapan kedepannya ada rekomendasi kebijakan yang menjadi dasar dalam pelayanan ke pengungsi yang eksodus keluar wilayah terdampak. “pada dasarnya pengungsi yang keluar wilayah terdampak pun perlu mendapatkan perlindungan sosial” pungkas Ira. 

BNPB selanjutnya merespon bahwa akan membuat telaahan mengenai pemanfaatan platform ini kedepan, “Kami akan buat telaahan pemanfaatan platform ini kedepannya” Pungkas Johny dalam sesi penutupan. Kegiatan pelatihan secara umum diisi berbagai materi seperti dari BNPB, IOM, mitra IOM pembuat platform (Pulse Lab Jakarta) dan One Circle Indonesia.



Direktorat Penanganan Pengungsi

Related posts