BNPB bersama KKP dan ITS Gelar Sekolah Laut untuk Gerakan Pengurangan Risiko Bencana

SURABAYA  - Setelah sukses menggelar sekolah sungai di berbagai daerah di indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana membuka sekolah laut untuk menghadapi ancaman bencana hidrometologi. BNPB menggandeng pihak kampus yakni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), TNI Angkatan Laut khususnya Akademi Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan  untuk melatih puluhan relawan atau fasilitator yang akan bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat  untuk melakukan gerakan pengurangan risiko bencana. Gerakan pengurangan risiko bencana melalui sekolah laut ini diharapkan terintegrasi dengan sekolah sungai dan sekolah gunung, tidak hanya untuk mengurangi risiko bencana namun juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan pelaku kebencanaan.

Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Lilik Kurniawan dalam sambutannya pada acara yang dilaksanakan mulai tanggal 16 – 21 Juli 2017 di Surabaya ini, menyampaikan bahwa berdasarkan data BNPB dari tahun 2002 – 2016,  ancaman bencana hidrometrologi terus meningkat dan mendominasi hingga 90 persen bencana yang terjadi di indonesia seperti banjir, tanah longsor, angin ribut, kekeringan , gelombang pasang yang pasti berujung pada kerugian yang terus meningkat sehingga perlu upaya riil yakni dengan gerakan yang terintegrasi melibatkan semua pihak dengan berbasis pada masyarakat. “Dalam rangka mendukung tercapainya nawacita dan tujuh misi pembangunan nasional, antara lain untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, maka investasi dalam membangun ketangguhan nasional dan gerakan pngurangan risiko bencana melalui sekolah laut, sungai dan gunung dapat menjadi jawaban atas persoalan tersebut,” ujar Lilik Kurniawan .

Sementara itu Rektor ITS Surabaya  Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc,.Es,. Phd., menyambut baik inisiatif BNPB yang bekerjasama dengan ITS untuk mengadakan sekolah laut bagi relawan dan masyarakat dan semua stakelholder ini. Pihaknya juga menyiapkan pemateri, tempat dan juga materi  yang akan digunakan saat pelaksanaan sekolah laut di surabaya ini. Sekolah laut sendiri akan diadakan selama satu minggu bertempat di Kampus ITS untuk pembukaan dan kegiatan pada hari pertama, kemudian akademi angkatan laut, dan juga ke berbagai lokasi di Bangkalan Madura dan Ekowisata Wonorejo dan berbagai tempat lainnya. Materi sekolah laut diantaranya meliputi gerakan PRB, pengembangan destana pesisir dan mitigasi bencana, fasilitasi pemberdayaan masyarakat pesisir dan peran perempuan,pemberdayaan masyarakat pesisir, aspek kelautan dan matra kelautan, advokasi hukum lingkungan  dan laut, pembentukan relawan pesisir dan luat serta materi praktik praktik lapangan lainnya.

Peserta berjumlah 33 orang berasal dari 11 Kabupaten se-Indonesia yang memiliki garis pantai atau berbatasan langsung dengan laut diantaranya  Pacitan, Kendal, Tanggamus, Lamongan, Trenggalek, Pekalongan, Kota Semarang, Pekalongan, Provinsi NTB, NTT, serta Provinsi Jawa Timur sendiri.      

 

Related posts