BNPB Adakan Forum Komunikasi Wartawan di Bali

BALI- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan Forum Komunikasi Wartawan dengan tema Save More Lifes pada (18/04/2016) bertempat di Hotel Inna Sindhu, Bali. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Provinsi Bali mempunyai Unit Pelayanan Terpadu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) terbaik di Indonesia yang bisa memantau semua kejadian bencana. “Kami dari BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengucapkan terimakasih kepada media pers karena menyebarkan informasi  penanggulangan bencana yang penting kepada masyarakat. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) media dapat mempengaruhi keputusan politik, dan menyelamatkan manusia. Kejadian bencana di Jepang yang cepat penanganannya karena didukung oleh media pers terutama dalam pemberitaan dalam proses evakuasi, dan penggunaan sosial media. Karena itu kita perlu banyak belajar dari penanganan bencana pada negara lain. BNPB selalu berusaha mengedukasi budaya sadar bencana dengan upaya dalam mitigasi bencana, yakni mengelar kesenian rakyat untuk penanggulangan bencana, sosialisasi penanggulangan bencana kepada anak-anak sekolah, dan pemutaran film edukasi bencana. Sebelumnya BNPB pernah mengadakan Forum Komunikasi Wartawan di Lido, Sukabumi dengan mengundang wartawan sebanyak 150 orang berasal dari media nasional dan asing. Pada praktek lapangan banyak ditemukan kendala terutama pada praktek dapur umum, dimana banyak peserta tidak bisa memasak nasi dan membuat makanan dalam skala besar dan cepat. Harapan saya pada acara forum komunikasi wartawan ini dapat tercipta WAPENA (Wartawan Peduli Bencana) di wilayah provinsi Bali yakni dapat memperkuat koordinasi media pers dengan BPBD dan BNPB dalam penyebaran informasi penanggulangan bencana kepada masyarakat,” ujar Sutopo.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD provinsi Bali  Dewa Made Indra mengatakan, mengucapkan terimakasih kepada BNPB atas bantuannya dalam memberikan fasilitasi dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. “Kejadian bencana dapat terjadi kapanpun, seperti kejadian banjir di buleleng  informasi bencana ini cepat diberitakan oleh media. Untuk mendukung PUSDALOPS dalam penyebaran informasi perlunya jejaring informasi dengan berbagai pihak terutama kalangan pers, pihak terkait bencana, seperti Tagana, SAR dan lainnya,” ujar  Made.

Penyelenggaraan forum komunikasi wartawan ini bertujuan untuk meningkatkan kemitraan. Oleh karena itu, komunikasi dan dialog perlu senantiasa dilakukan secara berkesinambungan guna menghindari kemungkinan kesalahpahaman. Dengan demikian tetap tercipta hubungan yang sinergis antara BNPB, BPBD dan wartawan. Kegiatan Forum Komunikasi Wartawan ini diselenggarakan selama 3 hari, pada hari pertama dengan metode talkshow yang dipandu oleh seorang moderator. Moderator ini secara aktif memandu narasumber untuk memberikan penjelasan tentang penanggulangan bencana. Pada hari kedua dilakukan praktek lapangan. Kegiatan yang dilakukan yaitu penggunaan Global Positioning System (GPS), penjelasan mobil dapur umum, dan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki BNPB. Jumlah peserta mengikuti kegiatan sebanyak 80 orang yang berasal dari wartawan media cetak dan eletronik wilayah Provinsi Bali dan sekitarnya (adi).

Related posts