BIMBINGAN TEKNIS SISTEM INFORMASI PENANGGULANGAN BENCANA DI SEMARANG JAWA TENGAH

Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengadakan kegiatan Pelatihan atau bimbingan teknis sistem informasi penanggulangan bencana di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Acara yang berlangsung selama selama 3 hari , dari tanggal 4 sampai 6 Desember 2013, diselenggarakan di Hotel Best Western Star Hotel Semarang.
Tujuan dilaksanakannya pertemuan ini untuk mensosialisasikan dan implementasi Sistem Informasi Penanggulangan Bencana Terpadu (SINDU) yang dapat mendukung 3 fungsi utama BNPB dan BPBD dalam koordinasi, komando dan pelaksana penyelenggaraan penanggulangan bencana. Format pelaporan yang berbeda dari setiap BPBD menyebabkan sulitnya mengelola data informasi, untuk itu dibangunlah aplikasi sistem informasi penanggulangan bencana terpadu agar tercipta integrasi data dan informasi antar BNPB dan BPBD.
Perlunya dukungan dari Kepala Pelaksana BPBD untuk mendapatkan data kesiapsiagaan, kedaruratan dan logistik maupun rehabilitasi dan rekonstruksi akan membuat penyempurnaan aplikasi ini. Aplikasi ini masih harus disempurnakan dan ditargetkan selesai Februari 2014. Pengelolaan aplikasi di BPBD dikelola oleh petugas Pusdalops BPBD Prov/Kab/Kota. Di tingkat Nasional dikelola oleh bidang Informasi Pusat Data Informasi dan Humas.
Pada kegiatan ini peserta yang hadir sebanyak 44 orang diantaranya 36 orang dari 18 Kabupaten/Kota dan 8 peserta provinsi. Apresiasi kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu pilot project untuk pengembangan aplikasi SINDU yang telah dibangun tahun 2012. Sebelumnya bimbingan teknis ini sudah dilaksanakan tanggal 13 s.d 14 Desember 2013. Tindak lanjut dari bimtek Jogya adalah bimtek Semarang. Peserta diperkenalkan dan dilatih SINDU oleh team Developer dari BNPB.
Acara bimtek ini juga dihadiri oleh Kepala pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho. Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah bimbingan teknis lanjutan tahun anggaran 2014 dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola data informasi dan kehumasan.

Related posts