Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Rentetan Bencana Hidrometeorologi Basah Landa Wonosobo, Dua Warga Meninggal Dunia

Dilihat 1296 kali
Rentetan Bencana Hidrometeorologi Basah Landa Wonosobo, Dua Warga Meninggal Dunia

Foto : Personil gabungan memeriksa tebing longsor di Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (8/12). (BPBD Kabupaten Wonosobo)

JAKARTA - Sepasang suami istri menjadi korban peristiwa tanah longsor di Dusun Pencar, Desa Klowoh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (8/12). Menurut laporan kronologi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, kedua korban meninggal setelah terkena material longsoran tebing saat melintas menggunakan sepeda motor hingga masuk ke jurang. Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

“Suami istri boncengan naik motor kemudian saat melintas terjadi longsor. Mereka terkena material longsor kemudian tersapu masuk jurang. Lokasinya di Dusun Pencar, Desa Klowon, Kalikajar,” ungkap Broto selaku Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan di Sekretariat BPBD Kabupaten Wonosobo, Jumat (8/12) malam.

Sementara itu, sebanyak 16 warga Kelurahan Pager Kukuh, Kecamatan Wonosobo, terpaksa harus mengungsi karena rumah yang mereka tinggali terdampak banjir bandang. Lokasi pengungsian dipusatkan di Kelurahan Pager Kukuh, termasuk dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial dan PMI untuk memenuhi kebutuhan dasar dan permakanan.

“Pengungsian di Kantor Kelurahan Pager Kukuh. Termasuk dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial bersama PMI,” kata Broto.

Menurut Broto, permukiman yang berada di pinggir sungai tersebut sebenarnya sudah dibangun tanggul penahan sungai, namun curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap sehingga menerjang dan melimpasi permukiman. Banjir bandang di permukiman tersebut juga sering terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu.

Dalam laporan visual tersendiri, derasnya aliran banjir bandang menghantam bagian belakang rumah warga hingga roboh hanyut terbawa arus. Beruntung seorang warga yang tinggal rumah tersebut dapat menyelamatkan diri pada detik-detik terakhir.

“Di kelurahan Peger Kukuh, perumahan yang terdampak itu berada di samping sungai. Sebenarnya sudah diberi tanggul namun meluap. Memang sering terjadi. Sudah ada upaya membuat tanggul, namun debit air lebih tinggi,” jelas Broto.

Masih di Kecamatan Wonosobo, sejumlah wilayah terdampak tanah longsor dengan rincian meliputi Kampung Prajuritan Atas di Kelurahan Wonosobo Timur, Kelurahan Tembelang di Kelurahan Tembelang, Kampung Tembelang di Kelurahan Rojoimo, Dusun Ngaglik di Kelurahan Pancurwening, Bugangan di Kelurahan Kalianget dan Dusun Sarijoyo, Desa Sariyoso yang menyebabkan 140 KK tidak dapat mengakses air bersih karena pipa PDAM terdampak longsoran.

Di lokasi lain, banjir bandang dan tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Mojo Tengah. Adapun rinciannya, banjir bandang melanda perumahan Manggisan Baru dan Permata Hijau di Kelurahan Mudal, sedangkan tanah longsor terjadi di jalan nasional yang berada di Dero Ngisor.

Di samping itu, fenomena angin kencang mengamuk di wilayah Kecamatan Leksono. Akibatnya beberapa pohon tumbang dan menutupi jalur menuju Desa Sawangan-Kaliwiro. Kejadian itu langsung mendapat penanganan oleh tim BPBD Kabupaten Wonosobo beserta lintas instansi lainnya.

“Di Kecamatan Leksono juga ada kejadian. Tadi sore angin kencang menyebabkan pohon tumbang. Jalur Sawangan-Kaliwiro terputus. Namun sudah dalam penanganan,” kata Broto.

Dengan melihat rentetan kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kabupaten Wonosobo, pihak BPBD akan melakukan rapat koordinasi dengan segenap unsur forkopimda lainnya demi percepatan penanganan bencana esok hari, Sabtu (9/12). Hal itu juga dilakukan guna memperkuat posko darurat sementara yang sudah didirikan di Pager Kukuh. Terkait status Tanggap Darurat Bencana, Broto mengatakan hal itu akan dibahas dalam forum rapat esok hari.

“Besok BPBD akan mengajak unsur forkopimda terkait untuk rapat penanganan darurat. Posko Darurat semenrara di Pager Kukuh, jelas Broto.

“Status Tanggap Darurat akan dibahas dalam forum rapat besok,” lanjutnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca di wilayah Kabupaten Wonosobo hingga dua hari kedepan atau sampai Minggu (10/12). Menurut BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga yang dapat disertai petir serta angin kencang berpotensi terjadi antara pukul 13.00 sampai 16.00 WIB ke atas.

Menyikapi hasil prakiraan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk melakukan upaya mitigasi yang meliputi pemantauan kondisi sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi lereng, tebing, tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan secara berkala.

Di samping itu, bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam. Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng maupun tebing curam yang minim vegetasi.


Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN