Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

BNPB Serahkan Dukungan DSP Senilai 250 Juta Guna Penanganan Banjir di Grobogan

Dilihat 923 kali
BNPB Serahkan Dukungan DSP Senilai 250 Juta Guna Penanganan Banjir di Grobogan

Foto : Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan (kanan) bersama Anggota DPR Komisi VIII Sri Wulan Sutomo (dua kanan) menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Dusun Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan-Kota Purwodadi, Jawa Tengah, Rabu (7/2). (Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) senilai 250 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan, guna percepatan penanganan darurat bencana angin puting beliung, banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (6/2).

Penyerahan DSP itu dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Lilik Kurniawan kepada Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto disaksikan Setda Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan dan Kalaksa BPBD Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih di Pendopo Kabupaten Grobogan, Kota Purwodadi, Rabu (7/2).

Selain dukungan DSP, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik dan peralatan berupa paket sembako : 500 paket, makanan siap saji : 500 paket, biskuit protein : 500 paket, hygine Kit : 500 paket, matras : 500 lembar, sabun cair : 1.000 botol, selimut : 500 lembar, perahu Karet : 2 unit, pompa alkon : 5 unit, tenda pengungsi : 2 unit dan velbed : 20 unit.

Pada kesempatan itu, Lilik Kurniawan yang mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., mengunjungi kantor BPBD Kabupaten Grobogan untuk mengecek stok logistik yang disimpan di dalam gudang. Pada peninjauan itu, Lilik memastikan bahwa stok aman meski sebagian telah disalurkan kepada warga terdampak bencana.

Dukungan logistik maupun peralatan juga terus mengalir dari beberapa kelompok dunia usaha maupun lintas instansi lainnya, sehingga segala kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat masih dapat terpenuhi.

Pada kesempatan itu, Lilik menyarankan agar dapur umum juga didirikan di kantor BPBD Kabupaten Grobogan, guna memenuhi kebutuhan permakanan bagi tim yang bertugas termasuk relawan dari beberapa kabupaten tetangga seperti Pati, Demak dan lainnya.

“Kami menyarankan untuk membuat dapur umum lapangan di kantor BPBD yang peruntukannya bagi relawan yang mendukung penanganan banjir. Tjuannya agar dapat dengan mudah mendata, mengenali, serta memetakan lokasi mana relawan tersebut ditempatkan,” jelas Lilik.

Deputi logpal BNPB juga berkesempatan meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Dusun Kedung Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Bersama dengan Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan Sutomo, Lilik Kurniawan melihat genangan air masih terlihat dan terpantau setinggi lutut orang dewasa. Pada peninjauan itu, Lilik dan Sri Wulan juga menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga terdampak.

Dusun Kedung Bendo memang berada di dekat bantaran Sungai Lusi. Seluruh permukiman penduduk termasuk sawah, tempat pemakaman umum dan lapangan bola yang ada di sana dikepung banjir setelah Sungai Lusi meluap akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu. Selain Sungai Lusi, banjir besar yang melanda wilayah Grobogan juga dipicu oleh meluapnya dua sungai besar lainnya, yaitu Serang dan Tuntang.

Berdasarkan hasil kaji cepat tim BPBD Kabupaten Grobogan, banjir telah merendam 6.066 rumah dan 3.879 hektare sawah yang terbagi di 73 desa di 16 wilayah kecamatan. Banjir juga telah menyebabkan seorang anak meninggal dunia karena tenggelam saat bermain air. Adapun kondisi terkini beberapa genangan air mulai surut namun ada yang masih bertahan. BPBD Kabupaten Grobogan bersama unsur forkopimda lainnya terus mengupayakan penanganan darurat hingga saat ini.


Abdul Muhari, Ph.D.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN