Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

BNPB Serahkan DSP 200 Juta Rupiah untuk Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Landak

Dilihat 543 kali
BNPB Serahkan DSP 200 Juta Rupiah untuk Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Landak

Foto : Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan (kiri) menyerahkan dukungan logistik dan peralatan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin (27/5). (Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan)

KABUPATEN LANDAK - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan operasional berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai 200 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin (27/5). Pemberian dana DSP itu dilakukan guna mendukung segala upaya penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah itu yang terjadi sejak sepekan lalu.

Penyerahan DSP itu dilakukan oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Deputi 5) BNPB Lilik Kurniawan kepada Pj. Bupati Landak Gutmen Nainggolan di pendopo Bupati Landak yang disaksikan oleh sejumlah perangkat Forkopimda Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Deputi 5 mengatakan bahwa pemberian DSP itu merupakan perintah dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M. Kehadiran Deputi 5 sebagai representasi BNPB di Kabupaten Landak itu sekaligus untuk memastikan bahwa penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Landak dapat berjalan dengan baik, khususnya dalam ihwal keselamatan masyarakat.

“Kehadiran BNPB di sini merupakan arahan langsung dari Kepala BNPB untuk memastikan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor dapat berjalan dengan baik,” jelas Lilik.

“Untuk itu kami membawa dukungan berupa dana sebesar 200 juta untuk operasional. Namanya dana siap pakai yang nantinya dapat digunakan untuk menangani bencana ini dengan baik,” imbuh Lilik.

Di samping itu BNPB juga menyerahkan dukungan berupa peralatan dan logistik mencakup perahu karet dan mesin 1 unit, tenda pengungsi 2 unit, velbed 25 unit, sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, hygiene kit 200 paket, selimut 200 paket, matras 200 unit, chainsaw 5 unit, alat pertukangan 5 unit, pompa alcon 5 unit dan pompa apung 5 unit. BNPB akan terus mengawal penanganan darurat di Kabupaten Landak dengan mengerahkan tim yang akan mendampingi Pemerintah Kabupaten Landak dalam melaksanakan upaya penanganan darurat.

“Kami juga membawa personel yang nantinya akan mendampingi BPBD Kabupaten Landak agar mereka secara administrasi tidak jadi masalah dimasa yang akan datang,” sambung Lilik

Mantan Deputi Pencegahan BNPB itu juga menekankan tentang pentingnya upaya pencegahan termasuk mitigasi dan kesiapsiagaan. Sebab, bencana banjir ini dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari faktor cuaca termasuk bagaimana tata kelola lingkungan.

Oleh sebab itu, tanpa ada tindakan untuk memperbaiki lingkungan maka masalah banjir akan selalu menghantui. Setidaknya, jika tidak mampu menyelesaikan 100 persen namun upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan ini dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Laporan yang saya terima 10 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu di Landak ini jarang ada banjir seperti ini. Sekarang ini baru bulan Mei saja sudah dua kali terjadi banjir. Artinya ada sesuatu di sini yang harus kita cari solusinya bersama dan tidak hanya BPBD saja. Ini harus semua OPD terlibat disitu,” jelas Lilik.

Sementara itu, Pj. Bupati Landak Gutmen Nainggolan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan BNPB kepada Pemerintah Kabupaten Landak. Menurutnya, bantuan yang diterima itu merupakan bukti nyata dukungan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Landak.

“Saya selaku Pj. Bupati Landak menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan sekaligus saya sampaikan terima kasih kami dan dari masyarakat Kabupaten Landak atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ungkap Gutmen.

Bencana banjir dan tanah longsor Kabupaten Landak sendiri telah berdampak pada kehidupan dan penghidupan masyarakat di sana. Setidaknya ada 23.360 jiwa yang terdampak dan 387 warga terpaksa harus mengungsi. Sebanyak 6.639 rumah terdampak dimana ada dua rumah rusak berat karen hanyut dan satu unit rumah rusak ringan.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi sembilan desa di enam kecamatan dengan rincian Desa Engkadu di Kecamatan Ngabang. Kemudian Desa Jelimpo, Desa Mandor Kiru dan Desa Papung di Kecamatan Jelimpo. Berikutnya Desa Nyanyuk di Kecamatan Kuala Behe, Desa Sepangah dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Selanjutnya Desa Sidas di Kecamatan Sengah Temila dan Desa Kumpang Tengah di Kecamatan Sabangki.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN