Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Banjir Landa Sembilan Kecamatan di Sintang, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Dilihat 7 kali
BAGIKAN
Banjir Landa Sembilan Kecamatan di Sintang, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Foto : Penanganan banjir di Sintang. (Dok. Polres Sintang)




JAKARTA - Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 300-500 sentimeter merendam sembilan kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (12/7).

Adapun sembilan kecamatan itu meliputi Kecamatan Ambalau, Kecamatan Serawai, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Dedai, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Sintang, Kecamatan Ketungau Hilir dan Kecamatan Sepauk.

Bupati Kabupaten Sintang telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 10-23 Juli 2020.

Menurut laporan sementara yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, banjir tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya dua sungai yakni, Sungai Melawi di Ambalau-Serawai dan Sungai Kayan di Kayan Hulu-Kayan Hilir.

Berdasarkan data yang diterima oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 14.399 KK yang terdampak banjir tersebut dengan rincian; Kecamatan Kayan Hulu 4.007 KK, Kecamatan Serawai 2.180 KK, Kecamatan Kayan Hilir 2.806 KK, Kecamatan Dedai 1.615 KK terdampak.

Kemudian Kecamatan Ambalau 74 KK, Kecamatan Tempunak 1.126 KK, Kecamatan Sintang 2.097 KK, Kecamatan Kayan Hilir 218 KK dan Kecamatan Sepauk 276 KK terdampak.

Selanjutnya untuk kerugian materil, dilaporkan sebanyak 61 unit rumah di Kecamatan Kayan Hulu hanyut terbawa arus banjir dan 10 infrastruktur rusak.

Adapun rincian 10 infrastruktur meliputi; 2 unit infrastruktur yakni 1 unit jembatan gantung roboh dan 1 unit jembatan biasa rusak di Kecamatan Kayan Hulu, 1 unit infrastruktur rusak di Kecamatan Serawai, 1 unit infrastruktur rusak di Kecamatan Kayan Hilir, 1 unit infrastruktur rusak (steher roboh) di Kecamatan Ambalau dan 5 unit jembatan rusak di Kecamatan Sepauk.

Kondisi mutakhir yang diperbarui hingga pukul 09.46 WIB, air dilaporkan mulai surut menjadi 50-70 sentimeter di Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai.

Sedangkan di Kecamatan Dedai, Kecamatan Sintang, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Ketungau Hilir kondisi airnya bertahan dan dilaporkan ada kenaikan.

Sementara Dinas Sosial sudah memberikan bantuan logistik berupa sembako kepada korban terdampak di empat Kecamatan meliputi; Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai.

Kemudian untuk korban terdampak di Kecamatan Dedai, Kecamatan Sintang, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Ketungau Hilir masih dalam proses pendistribusian.

Selain itu, BPBD Kabupaten Sintang terus melakukan monitoring ke lokasi terdampak Sungai Kayan dan Sungai Melawi.

Di sisi lain, tim juga masih menunggu pembaruan informasi selanjutnya dari pihak kecamatan yang terdampak banjir.

Sementara, BPBD Kabupaten Sintang juga telah membuka posko dapur umum di Kayan Hulu dan Kayan Hilir.



Raditya Jati
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


Admin

Penulis