Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Banjir di Kabupaten Bungo 485 Rumah Terendam

Dilihat 1981 kali
Banjir di Kabupaten Bungo 485 Rumah Terendam

Foto : Pendirian dapur umum untuk Pengungsi (17/2). (BPBD Kabupaten Bungo)

JAKARTA-Banjir setinggi 20 hingga 60 cm melanda Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Jumat (16/2). Banjir terjadi dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Batang Uleh, Batang Tebo dan Batang Jujuhan meluap pukul 09.25 WIB.

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 485 KK atau 1.550 jiwa terdampak, sedangkan kerugian materil sebanyak 485 rumah terendam. Wilayah terdampak banjir terdapat 7 Kecamatan meliputi Kecamatan Jujuhan Ilir, Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal, Bungo Dani, Bathin III, Pasar Muaro Bungo dan Bathin II Babeko.

Sementara itu informasi dari Kepala Pelaksana Kabupaten Bungo, Zainadi melalui sambungan telepon pada Minggu (18/2), Sungai batang tebo pagi ini masih meningkat dan curah hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Bungo. Kondisi tinggi debit air pada saat ini sudah mulai turun, namun air masih merendam Sebagian besar rumah warga yang terdampak banjir. Upaya penanggulangan bencana BPBD Kabupaten Bungo melakukan pendataan korban terdampak. 

“Masih ada pengungsi sebanyak 472 Jiwa, para pengungsi Sebagian tinggal di rumah saudara, tetangga dan Sebagian lainnya berada di tenda pengungsian. Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi BPBD bersama dinas sosial, dinas Ketahanan Pangan dan bantuan dari warga menyiapkan ketersedian bahan makanan serta pendirian dapur umum.

Daerah rawan bencana banjir meliputi 83 dusun/kelurahan di 17 Kecamatan menjadi kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bungo dalam penanganan banjir antara lain kurangnya peralatan penanggulangan bencana hanya memiliki 2 unit perahu karet, 3 unit perahu fiber, dan 7 unit tenda pengungsi” ujar Zainadi.

Selanjutnya Zainadi menjelaskan dalam upaya mengantisipasi bencana banjir BPBD, Kesbangpol melakukan himbauan kepada masyarakat melalui perangkat daerah terkait penanggulangan bencana, dengan melaksanakan rakor kesiapan bencana hidrometeorologi, serta menyiapkan personal 58 anggota Tim Reaksi Cepat dan peralatan seperti perahu karet, dan mobil patrol. Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo menyiapkan personal dan obat-obatan dan memberikan pelayanan di lokasi banjir guna mengantisipasi munculnya penyakit seperti diare, gatal-gatal dan lainnya. Selain itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pancuran Telago memastikan ketersediaan air bersih yang bekerjasama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jambi. Pasca bencana Dinas PUPR Kabupaten Bungo menangani rusaknya infrastruktur seperti rumah, fasilitas umum jalan, dan jembatan, fasilitas sosial lainnya.

Kajian Inarisk BNPB wilayah Kabupaten Bungo memiliki risiko banjir dengan tingkat sedang hingga tinggi. Wilayah risiko terdampak banjir meliputi 17 Kecamatan seluas 61.877 Ha.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi dan Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (19/2) kondisi cuaca pada siang hari cerah dan berawan sedangkan pada malam cuaca hujan petir. Kondisi cuaca Selasa (20/2) pada siang hari cenderung cerah dan saat malam terjadi hujan petir 

BNPB mengimbau warga untuk selalu memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan selalu waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam agar segera bersiap menuju tempat yang lebih aman.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN