Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Banjir dan Lonsor Melanda Dua Kabupaten di Sulawesi Selatan

Dilihat 3385 kali
Banjir dan Lonsor Melanda Dua Kabupaten di Sulawesi Selatan

Foto : Kondisi banjir di Kab Luwu Utara, Senin (3/6). (BPBD Kab Luwu Utara)

JAKARTA- Bencana banjir dan longsor menerjang dua Kabupaten di Sulawesi Selatan, Senin (3/6). Banjir terjadi di Kabupaten Luwu Utara dan longsor terjadi di Kabupaten Sinjai.  

Banjir di Kabupaten Luwu Utara terjadi pukul 08.54 WITA dipicu hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan meluapnya dua sungai yaitu sungai Penggorok dan sungai Lasumba. Lokasi terdampak Desa Mukti Tama di Kecamatan Baebunta Selatan. 

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara banjir setinggi 30 hingga 100 cm menyebabkan sebanyak 94 kepala keluarga terdampak. Kerugian materil 94 Unit rumah terdampak, 250 Ha lahan perkebunan terendam dan persawahan terdampak. 

Upaya Penanganan banjir BPBD Luwu Utara mendata kerusakan dampak bencana dan evakuasi warga terdampak. Kondis terkini banjir berangsur surut.

Longsor di Kabupaten Sinjai

Bencana Longsor di Kabupaten Sinjai terjadi pukul 07.00 WITA dipicu hujan lebat yang mengakibatkan tanah longsor dengan material tanah yang menutup akses jalan Provinsi penghubung Desa Barambang dengan Desa Bonto Katute. 

Berdasarkan Pendataan BPBD Kabupaten Sinjai sebanyak empat kepala keluarga terdampak. Kerugian materil sebanyak 41 Ha lahan persawahan terdampak, satu Irigasi sepanjang 20 meter terdampak dan akses jalan Provinsi tertutup material longsor. 

Wilayah terdampak longsor meliputi tujuh Kecamatan dan 14 desa dengan perincian, Desa Bonto Katute, Barambang di Kec. Sinjai Borong. Desa Bulu Tellue di Kecamatan Bulupoddo. Desa Pattongko, Saohiring dan Bonto di Kecamatan Sinjai Tengah. Desa Panaikan, Lasiai dan Saukang di Kecamatan Sinjai Timur. Desa Bonto, Salama, dan Terasa di Kecamatan Sinjai Barat. Desa Pattongko di Kecamatan Tellulimpoe dan Desa Barambang di Kecamatan Sinjai Borong

Selain penanganan korban terdampak longsor, tim gabungan juga masih terus berupaya melakukan perbaikan sarana infrastruktur yang rusak. Bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Bina Marga melakukan pembersihan material longsor yang menutup akses jalan. 

Adapun kondisi mutakhir saat ini untuk akses jalan penghubung Desa Lasiai dan Desa Pasimaranu di Kabupaten Sinjai, sebagian tertutup material longsor, tim gabungan masih melakukan pembersihan menggunakan alat Berat. Beberapa jalan yang tertutup material longsor sudah dibersihkan dan bisa dilalui kendaraan.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN