Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Hutan dan Lahan di Desa Sekolaq Joleq Terbakar Seluas 1,5 Hektar

Dilihat 24 kali
BAGIKAN
Hutan dan Lahan di Desa Sekolaq Joleq Terbakar Seluas 1,5 Hektar

Foto : Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi di Desa Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat, Kamis (30/7) pukul 16.25 waktu setempat. (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat)



JAKARTA – Di tengah sebagian wilayah Indonesia masih mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, wilayah hutan dan lahan di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, teridentifikasi terbakar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat, pada Kamis (30/7), pukul 16.25 waktu setempat. Kebakaran tak terkendali Ketika pembakaran terjadi di lahan seorang warga. 

Kerugian lahan dan material pohon terbakar seluas 1,5 hektar. 

Merespons karhutla, BPBD melakukan upaya penanganan dengan mencegah kebakaran meluas. Personel darat melakukan pemadaman di sisi pinggir lokasi kawasan terbakar. Pemadaman dengan memaksimalkan sumber air yang tersedia di lokasi meskipun debit air terbatas. 

Mobil pemadam kebakaran turut membantu untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan, hutan dan lahan yang terbakar berupa tanaman pakis dan karet. Jenis tanaman ini mudah terbakar. Di samping itu, kondisi angin tidak kencang di lokasi justru mengakibatkan asap gambut yang terbakar cukup pekat dan menyulitkan pemadaman. 

Hampir setiap tahun wilayah Kalimantan Timur mengalami kebakaran hutan dan lahan yang sangat luas. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat kebakaran hutan dan lahan dalam hektar pada 2015 – 2020 sebagai berikut 69.352,96 hektar (2015), 43.136,78 (2016), 676,38 (2017), 27.893,20 (2018), 68.524 (2019) dan 3.375 (2020). 

Luas karhtula di atas dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang dioverlay dengan data sebaran titik panas atau hot spot dan laporan personel darat dan laporan pemadaman oleh tim Manggala Agni.

Sementara berdasarkan tingkat kemudahan kebakaran BMKG, beberapa wilayah Indonesia memiliki potensi dari tingkat rendah hingga sangat mudah terbakar. Kalimantan Timur berada pada kemudahan terbakar pada tingkat tidak mudah atau moderate. Wilayah dengan kemudahan terbakar pada tingkat sangat mudah terpantau di beberapa wilayah, seperti sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. 



Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


Admin

Penulis