BENCANA ASAP TELAN 2 KORBAN MASYARAKAT ROHIL

Pekanbaru (1/7) – Kebakaran asap yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu ini telah memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat Riau. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sekitar 16 ribu jiwa terkena dampak langsung kebakaran asap ini selama periode 10 – 30 Juni 2013, Senin (1/7). 


Jenis gangguan kesehatan dampak asap antara lain infeksi saluran pernafasan akut (ispa), pnemoni, asma, iritasi mata dan kulit. Masyarakat yang terkena dampak tertinggi ispa berada di wilayah Kabupaten Bengkalis. Sementara kasus pnemoni, asma, dan iritasi mata terbanyak diderita masyarakat di Kota Pekanbaru.


Upaya pemerintah daerah setempat telah melakukan pembagian masker khususnya bagi ibu hamil dan balita. Satgas penanggulangan asap telah membagikan tambahan 39.000 masker bagi masyarakat.


Di samping pembagian masker, pelayanan kesehatan masyarakat untuk penanggulangan dampak asap, seperti ispa, pnemoni, asma, iritasi mata dan kulit, diberikan kepada masyarakat hingga tingkat desa. 


Tercatat 2 orang meninggal terkena dampak dari kebakaran dan asap di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Teridentifikasi korban jiwa antara lain Dulsani Purba (49 tahun) dan Lamiem (46 tahun). Sementara, 51 orang mendapatkan perawatan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.


Dalam menghadapi bencana asap, masyarakat perlu mengetahui beberapa hal mengenai pencemaran udara yang menentukan sehat tidaknya udara bagi kesehatan manusia, antara lain (1) pollution standard index (PSI) pada kondisi normal kurang dari 100 atau indeks standar pencemaran udara (Ispu) dengan parameter yang diukur, (2) sistem rujukan medis keracunan gas akut harus dievaluasi terhadap petugas dan masyarakat yang menjadi korban. 


Kesiapsiagaan semua pihak apabila ada eskalasi kebakaran hutan dengan PSI yang terus menerus dalam beberapa hari dan melebihi 400, evakuasi masyarakat harus dilakukan. 


Related posts