Bantuan Republik Indonesia Tahap Kedua untuk Nepal

JAKARTA - Pada hari Jumat (1/5) Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ir. Dody Ruswandi, MSCE. didampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Ir. Tri Budiato, M.Si. melepas tim delegasi tahap kedua untuk bantuan misi kemanusiaan bencana gempa di Nepal di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten. BNPB kali ini mengangkut personil dan barang bantuan dengan menggunakan pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia.  Logistik dan peralatan seperti masker, kantong jenazah, alat-alat kesehatan, tenda, makanan dan selimut yang diangkut dalam penerbangan hari ini mencapai berat 30,7 ton.

Bantuan barang tahap kedua ini berasal dari BNPB, Kemenkes, Kemensos, Rumah Zakat, PKPU, Dompet Dhuafa, HIPMI, dan MDMC. BNPB mengirimkan tenda keluarga 100 unit, alat kesehatan, genset 3 unit, tenda pengungsi, lauk pauk 1.000 paket, dan kantor mayat 14 koli. Kemenkes mengirim MPASI 612 koli dan obat-obatan. Kemensos mengirim selimut 105 koli. Rumah Zakat mengirim kornet kambing 250 dus, PKU dan Dompet Dhuafa mengirim kantong mayat dan masker, Hipmi dan MDMC mengirim selimut. Sebelumnya pada Rabu (29/5), Indonesia mengirimkan bantuan tahap pertama dengan pesawat Boeng 737 TNI AU yang membawa 30 personil dan 4 ton obat-obatan dan barang. Tujuan tahap pertama adalah evakuasi WNI di Nepal dan mengirimkan tim medis dan obat-obatan. Rencana evakuasi WNI akan dilakukan pada Selasa (5/5) dengan Boeng 737 TNI AU dari Dhaka ke Jakarta.

Pengiriman tim ini telah diatur bersama semua negara yang turut membantu di Nepal menjalankan misi kemanusiaan dalam rangka tanggap darurat bencana yang menjadi masalah global. Personil yang diberangkatkan dipimpin oleh Direktur Bantuan Darurat Drs. Eko Budiman, MM dan berjumlah 33 orang. Terdiri dari BNPB, Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB), dokter-dokter, Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) dan sejumlah kementerian terkait. Mereka akan ditugaskan selama 2 pekan untuk membantu masyarakat Nepal melalui rumah sakit darurat, membangun posko kesehatan di Kathmandu dan memberi bantuan logistik.

“Diharapkan batuan ini dapat membatu mengurangi penderitaan rekan-rekan maupun saudara-saudara di Nepal. Tim ini ditugaskan bergabung dengan tim bantuan internasional yang ada di Nepal dan telah dipersiapkan untuk menghadapi situasi yang ekstrim di sana.  Tim yang diberangkatkan ini merupakan tim terbaik yang telah dipilih oleh pemerintah Republik Indonesia untuk melaksanakan tugas kemanusiaan.” ujar Dody selaku pemimpin upacara pelepasan pagi ini di terminal Cargo Garuda Indonesia pukul 09.00 WIB. Beliau juga menyarankan agar tim selama berada di Nepal mampu membantu masyarakat setempat untuk kembali bangkit setelah mengalami bencana gempa besar. Esok hari BNPB berencana menambah sejumlah 13,8 ton kiriman bantuan logistik dan peralatan berupa makanan dan tenda menggunakan pesawat terbang Cardig Air Boeing 737.300.

Kemenlu memfasilitasi penyerahan bantuan di Nepal. Bantuan militer dikoordinasikan oleh MMMCC (Multilateral Military Mission Coordination Center), dimana bantuan militer yang sudah tergabung adalah Indonesia, USA, China, India, Israel, Swiss, Canada, Jepang, Rusia, Malaysia, Singapura, UK, Belanda, Polandia, Turki, Pakistan, dan Korea. Sedangkan untuk bantuan sipil dikoordinasikan oleh UNOCHA/WHO. Pemerintah Nepal, MMMCC dan PBB menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan Indonesia. (to)

Related posts