Atasi Hujan Salju, BNPB Kirim Bantuan 13,4 Ton Pemakanan untuk Korban di Papua

PAPUA - Kekeringan dan cuaca ekstrem telah melanda sebagian wilayah Papua. Pada 1-10 Juli 2015 terjadi hujan salju di Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Puncak, Provinsi Papua yang menyebabkan pertanian puso atau gagal panen. Umbi-umbian dan hasil kebun tidak ada yang bisa dipanen. Cuaca dingin menyebabkan ternak mati dan sebagian warga sakit. Ada 6 distrik, 21 kampung dengan 20.160 KK yang terdampak kekeringan di tiga kabupaten tersebut. Distrik yang terdampak parah adalah Distrik Kuyawage, Wano Barat, Kuwa Balim, Utpagga, Nenggejadin dan Agundugame. Lokasi yang berada di ketinggian 2.700 m Dpal dengan adanya keterbatasan kebutuhan dasar seperti permakanan, kebutuhan bayi/anak, obat-obatan dan radio komunikasi menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lani Jaya ada 11 orang meninggal dunia, dimana 5 balita, 2 anak-anak dan 4 dewasa. BNPB menerima laporan kejadian tersebut dari BPBD Papua (14/7). Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan Deputi Penanganan Darurat BNPB segera mengirimkan bantuan berkoordinasi Kemensos, BPBD Papua dan Pemda setempat. Bantuan permakanan 13,4 ton yang ada di BPBD Papua dan 15 ton beras dikirim ke Kabupaten Nduga, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Puncak pada 17-19 Juli 2015. Pada 17 Juli 2015 bantuan beras dan logistik telah didistribusikan ke Distrik Agundugame Kabupaten Puncak dan Distrik Kuyawage Kabupaten Lani Jaya. Pengiriman bantuan dengan pesawat carter Susy Air menggunakan landasan darurat yang ada di dekat daerah terdampak. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp 250 juta untuk pengiriman logistik. Untuk menjangkau Distrik Kuyawage, Wano Barat dan Kuwa Balim Kabupaten Lani Jaya diperlukan waktu 10 hari jalan kaki dari ibukota Lani Jaya. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts