AHA Centre Tambah Personil ERAT Dukung One ASEAN One Response

JAKARTA – Sebanyak 27 peserta menambah kekuatan Association of Southeast Nations Emergency Response and Assessment Team (ASEAN ERAT) setelah secara penuh mengikuti 5th Induction Course ASEAN ERAT yang berakhir di Indonesia Disaster Relief Training Ground (Ina DRTG) pada Senin (29/6). Penambahan personil ERAT berasal sejumlah peserta dari perwakilan pemerintah negara ASEAN yang bergerak di bidang penanggulangan bencana antara lain Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myamnar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Peserta lain berasal dari mitra pemerintah seperti ASEAN Sekretariat, komunitas palang merah, dan lembaga swadaya masyarakat.

Pada acara penutupan pelatihan, Direktur Eksekutif ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management Said Faisal menyampaikan pesan bahwa ERAT merupakan relasi emosional antara negara-negara ASEAN. Solidaritas dengan bekerja bersama, One ASEAN One Respon, perlu langkah konkret sehingga ini bukan hanya menjadi simbol tetapi nyata. “Kebersaman dalam menghadapi bencana ditunjukkan melalui respon bersama”, tambah Said Faisal dalam sambutan penutup.

ASEAN ERAT menuntut profesionalisme dalam setiap operasi tanggap darurat. Cita-cita untuk memiliki standar kualitas dunia menjadi target di waktu yang akan datang. “Baik tidak cukup untuk ERAT, kita harus lebih dari baik (great)”, kata Said Faisal.

Sementara itu Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sugiharo mengatakan bahwa pelatihan ASEAN ERAT sebagai implementasi nyata atas komitmen besama dalam respon bencana melalui kerjasama melalui upaya nasional, regional maupun internasional.

“ASEAN ERAT sangat penting dalam mendukung kesiapsiagaan, efektivitas tanggap darurat terhadap pengiriman sumber daya dari negara-negara di dalam kawasan ASEAN”, kata Sugiharto mewakili Kepala BNPB pada acara penutupan pelatihan yang diselenggarakan 19 – 29 Juni 2015.

Pelatihan ASEAN ERAT disambut dengan penuh semangat dari para peserta. “5th ASEAN ERAT Induction Course merupakan wujud nyata bagaimana ASEAN menyiapkan pemimpin mereka dalam penanggulangan bencana”, kata Riezel Chatto perwakilan Pemerintah Filipina. Melalui ASEAN ERAT solidaritas dapat dilakukan untuk mendukung negara yang tertimpa bencana, tambah Riezel Chatto

AHA Centre mengucapkan terima kasih kepada BNPB sebagai tuan rumah penyelenggaraan pelatihan ini. Di samping itu, Said Faisal juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia dan Jepang serta dukungan fasilitator dari Singapore Civil Defense Force (SCDF), United Nations Office for Humanitarian Affairs (UNOCHA), AADMER Partnership Group (APG), Red Cross Community (IFRC), dan Channel News Asia. 

Saat ini AHA Centre memiliki total personil ASEAN ERAT berjumlah 117 orang dari lintas negara ASEAN. Pada pelatihan ini BNPB mengirimkan tiga staff dari Kedeputian Bidang Penanganan Darurat dan Pusat Data, Informasi dan Humas.

Related posts