50 JUTA METER KUBIK ANCAM LAHAR DINGIN LERENG KELUD

Hujan deras pada Selasa (18/2) pukul 15.00 Wib di sekitar G. Kelud teleh menyebabkan banjir lahar dingin di sungai-sungai di daerah Kab Kediri dan Kab. Malang. Pada pukul 16.30 Wib banjir lahar dingin di Sungai Konto di Kec Kandangan dan Sungai Serinjing di Kec Puncu, Kepung, dan Pare Kab Malang. Lahar dingin membawa material pasir, batu, dan kayu. 5 rumah dan 1 mushola terendam banjir lahar dingin. Tidak ada korban dari banjir lahar.
 
Di Kab Malang, banjir lahar dingin terjadi di Sungai Sono dan Sungai Sambong. Akibatnya 1 jembatan kecil putus yang menghubungkan antara Dusun Pait, Kutut, Klangon, Munjung, Sedawon dengan Desa Pandansari. 2 rumah hanyut. Belum ada laporan korban jiwa.
 
Pasca erupsi G. Kelud diperkirakan ada 50 juta meter kubik material lahar yang berada di sekitar G. Kelud. Saat ini kondisi material lahar dingin telah jenuh air karena sudah 3 hari terakhir terkena hujan sehingga mudah menjadi banjir lahar dingin. Tentu saja 50 juta meter kubik tersebut tidak akan terjadi sekaligus. Tergantung dari hujan yang ada.
 
Banjir lahar dingin memiliki sifat merusak. Banjir lahar juga memicu tingginya erosi di bantaran sungai yang dilalui banjir lahar. Tidak aneh seringkali pondasi jembatan pun roboh. Pada kemiringan lereng curam, mengalirnya banjir lahar ke arah dataran kaki gunung berlangsung sangat cepat. Daya kikis atau daya tumbuk arus banjir lahar terhadap tepi sungai akan semakin kuat.
 
Di sekitar G. Kelud telah dibangun sabo sabo dam yang mampu menampung 14,5 juta meter kubik. Sungai-sungai yang ada menampung 14 juta meter kubik, sehingga dam sabo dan sungai mampu menampung 28 juta meter kubik. Masyarakat dihimbau selalu waspada. Jauhi bantaran sungai saat banjir lahar dingin.
 
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts